Puluhan Mobil Masih Terjebak Longsor

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Selasa, 10 Desember 2019 - 12:38:45 WIB   |  dibaca: 153 kali
Puluhan Mobil Masih Terjebak Longsor

MASIH TERISOLASI : Kondisi di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, belum pulih selepas dihantam banjir bandang, Senin (9/12).

LEBAK, BANTEN RAYA - Puluhan mobil milik warga dan perusahaan masih terjebak longsor yang terjadi di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber. "Puluhan mobil milik warga belum bisa keluar dari Kampung Ciusul. Termasuk satu unit mobil milik PT PLN dan PT Paula hingga sekarang masih terjebak di sana," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Madlias kepada Banten Raya, Senin (9/12).

Menurutnya, satu unit mobil milik PLN terjebak saat sedang melaksanakan perbaikan jaringan. "Jadi pas hujan deras itu terima laporan ada gangguan terus ke situ. Pas mau balik gak bisa karena keburu banjir bandang dan jembatan menuju jalan utama terputus sehingga tidak bisa kemana-mana," katanya.

Madlias mengatakan, jalan alternatif lain pun terputus karena jalanan tertimbun longsor. "Jembatan menghubungkan ke desa tetangga juga putus. Sehingga kendaraan mobil warga maupun milik PLN dan PT Paula sampai hari ini belum bisa keluar sampai batas waktu belum ditentukan artinya sampai dibangunnya jembatan darurat," katanya.

Madlias mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim gabungan dan perangkat desa fokus menangani pembukaan akses jalan menuju empat kampung terisolir yaitu Kampung Ciusul, Ciomas, Bojongmanggu, dan Kampung Cipanggeleseran.

"Dari hasil laporan sore ini (kemarin), akses jalan belum terbuka karena memang proses pembersihan material longsor berupa bebatuan dan lumpur setebal 50-1 meter membutuhkan waktu lama. Sehingga pihak desa bersama tim membuka akses jalan alternatif, namun hanya bisa dilalui sepeda motor," katanya.

Bantuan logistik sudah mulai bisa masuk diangkut menggunakan sepeda motor. "Bantuan yang kita dorong dari kabupaten terpaksa diturunkan di kantor kecamatan. Karena kan Kantor Desa Citorek Kidul itu kan di Kampung Ciusul yang akses jalannya masih terputus, jadi semua bantuan kita simpan di kecamatan," katanya.

Lebih lanjut Madlias mengungkapkan, bahwasannya pada saat ini pihaknya bersama perangkat desa masih melakukan pendataan kerusakan. Di Desa Citorek Kidul sebanyak dua jempatan putus, yaitu jembatan Cikidang dan Jembatan Ciparahel. "Lalu Bendungan Ciparahel juga jebol. Masih banyak lagi, termasuk beberapa tiang listrik juga roboh," katanya.

Tiang listrik yang roboh mengakibatkan jaringan listrik di empat kampung tersebut padam. "Laporan terakhir jaringan listrik masih mati, kalau malam gelap gulita. Termasuk di kantor desa, Jaronya telepon belum bisa buat laporan karena listrik mati," katanya.

Kepala Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber Narta mengatakan, saat ini pihaknya fokus menangani pembersihan jalan dari timbunan longsor. "Satu alat berat hasil sewa sudah mulai membersihkan material longsoran. Untuk mobil dan sepeda motor belum bisa, kalau jalan kaki bisa tapi nginjaki lumpur," katanya.

Asda II Pemkab Lebak Budi Santoso mengungkapkan, pada saat ini tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak sudah  turun ke lokasi bencana. "Dan nanti menghitung kebutuhan anggaran, baru nanti diputuskan oleh ibu Bupati mau menggunakan BTT atau cari solusi lain," katanya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, tim dari BPBD, dinas sosial sudah mendistribusikan logistik ke lokasi bencana. "Terkait kekurangannya termasuk selimut dan lain-lain nanti BPBD akan kirim kekurangannya.Kemarin sudah dikirim (lokasi banjir bandang di Cibeber dan banjir di Kecamatan Bayah) sesuai kebutuhan," katanya.

Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Rangkasbitung Usep Rohadian menuturkan, pelaksanaan perbaikan gardu wilayah bencana banjir bandang di Citorek Kidul baru selesai. "Tinggal tiang kurang lebih 20 arah masih belum bisa kita perbaiki, sedangkan gardu sudah menyala semua tinggal kroscek ke-rumah-rumah terdampak," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook