Kejati Banten Selamatkan Rp12 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 10 Desember 2019 - 12:39:59 WIB   |  dibaca: 193 kali
Kejati Banten Selamatkan Rp12 Miliar

MEMBAGIKAN MERCHANDISE – Kajati Banten Rudi membagikan merchandise berupa pakaian dan kalender pada saat perayaan Hari Antikorupsi Sedunia 2019 di Jalan Raya Serang – Pandeglang, Senin (9/12).

SERANG, BANTEN RAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten berhasil menyelamatkan uang negara dari kasus tindak pidana korupsi di wilayah Banten sebesar Rp12 miliar. Uang tersebut merupakan hasil 44 penuntutan yang ditangani oleh Kejati Banten dan jajarannya.

Kajati Banten Rudi Prabowo Aji merinci, uang tersebut berasal dari Rp4,8 miliar hasil penyelamatan keuangan negara, dan Rp7,8 miliar hasil dari pengembalian kerugian negara. "Penyelamatan keuangan negara Rp4,8 miliar ini merupakan dari 16 penyelidikan, 16 penyidikan dan 25 penuntutan. Sedangkan Rp7,8 miliar merupakan dari 19 penuntutan," katanya dalam konferensi pers peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Kantor Kejati Banten, Senin (9/12).

Di tahun 2019 ini, ada satu perkara yang masih dalam dalam proses penyelidikan yaitu adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengembangan telekomunikasi dan telematika pada Dinas Perhubungan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Tahun 2016.

"Ini pengembangan dalam kegiatan internet desa dengan bekerjasama secara swakelola dengan Lembaga Administrasi Negara Untirta dan kegiatan Internet Sehat dengan bekerjasama secara swakelola dengan Lembaga ILEAD-UI (Universitas Indonesia). Perkembangan masih menunggu hasil audit investigasi dari Tim Inspektorat Provinsi Banten," ujarnya.

Selain penyelidikan, Rudi menambahkan, ada tiga kasus perkara korupsi yang sudah dalam proses penyidikan yaitu, dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pekerjan peningkatan jalan lapis beton untuk jalur kanan Jalan Lingkar Selatan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon tahun anggaran 2013.

Kemudian, pengembangan kasus tindak pidana korupsi pengadaan genset Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten tahun 2015 atas putusan pengadilan Tipikor Serang dari terpidana Sigit Hardoyo, M Adit Herdian dan Endi Suhendi.  

Selanjutnya, dugaan kerugian keuangan daerah Provinsi Banten pada kegiatan jasa konsultansi studi kelayakan atau feasibility study (FS) pengadaan lahan untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) dan perluasan sekolah SMAN atau SMKN tahun anggaran 2018. "Dari ketiga perkara itu ada yang masih menunggu audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ada juga yang masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi," ungkapnya.

Menyinggung soal kondisi di Banten, Rudi menyatakan, ia baru dua pekan menginjakkan kaki di Provinsi Banten. Namun dalam kacamatanya, ada persoalan di pembangunan khususnya di wilayah Kota Serang.

"Saya baru dua minggu, tapi saya melihat masyarakat Banten belum tahap sejahtera. Ini di lingkungan kota, tapi mereka belum mencapai kesejahteraan. Uang pemerintah baik dari kota maupun provinsi banyak yang tidak tepat sasaran," katanya.

Rudi mengungkapkan pembangunan di ibukota Provinsi Banten jauh tertinggal dari kota-kota lainnya. Untuk memecahkan persoalan itu, dibutuhkan peran serta masyarakat, maupun media untuk ikut mengawal pembangunan di Provinsi Banten. "Saya melihat masyarakat di pinggir jalan banyak yang hidupnya di bawah taraf sejahtera.

Kalau di bandingkan dengan wilayah lain, mohon maaf ternyata jauh sekali tertinggal. Lebih unggul sedikit dengan Gorontalo, Ternate sama Kupang. Karena kalau kita ke sana (kupang) kotanya gelap, hanya unggul di atas itu saja," ungkapnya.

Sementara itu, Wakajati Banten Jacob Hendrik mengatakan, ke depannya Kejati maupuun Kejari bukan hanya fokus dalam melakukan pemberantasan korupsi di Banten. Upaya pencegahan juga merupakan bagian integral dalam melakukan pemberantasan korupsi. "Semakin sedikit kasus korupsi bukan berarti tidak ada penanganan, tapi bisa jadi ada keberhasilan di upaya pencegahan," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook