KPU Butuh Partisipasi Warga

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 11 Desember 2019 - 11:18:45 WIB   |  dibaca: 52 kali
KPU Butuh Partisipasi Warga

SOSIALISASI: Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai membuka acara sosialisasi syarat calon dan persyaratan pencalonan yang digelar KPU Pandeglang di Aula PKPRI, Selasa (10/12).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Ketua KPU Pandeglang Ahmad Sujai menyatakan, aturan dan syarat pencalonan khususnya dari jalur perseorangan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Syarat dukungan calon perseorangan yang maju pada pilkada, yaitu 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah pemilih DPT pilkada terakhir.  

“KPU sebagai penyelenggara harus tunduk dan patuh pada aturan main dan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk soal syarat pencalonan. Di luar UU (syarat pencalonan-red) tidak ada syarat lainnya,” kata Sujai dalam acara sosialisasi syarat calon dan persyaratan pencalonan yang digelar KPU Pandeglang di Aula PKPRI Pandeglang, Selasa (10/12).

Sementara itu, Komisoner KPU Banten Mashudi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Pandeglang meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020. “Pilkada bukan saja menjadi ranahnya KPU tapi masyarakat pun harus terlibat. Tanpa keterlibatan masyarakat pilkada tidak akan sukses,” kata Mashudi saat menjadi pembicara.

Komisioner KPU Pandeglang lainnya yakni Nunung Fauziah dan Samsuri menguraikan banyak hal soal tahapan dan syarat calon perseorangan. “Untuk calon perseorangan di Pilkada Pandeglang harus memenuhi 69.808 dukungan yang tersebar di 18 Kecamatan,”  kata Nunung.

Adapun untuk penyerahan syarat dukungan dimulai tanggal 19-23 Februari tahun 2020. “Untuk hari pertama penyerahan dimulai pukul 08.00 sampai 16.00, sedangkan di hari terakhir sampai dengan pukul 24.00 WIB,” kata Samsuri.

Ketua Bawaslu Ade Mulyadi juga menyampaikan materi terkait pengawasan dihadapan peserta sosialisasi yaitu tim penghubung dari partai politik, bakal calon perseorangan, dan unsur OKP.

BISA BACA TULIS ALQURAN
Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Pandeglang KH Abdul Gaffar Al-Khatiri mengharapkan KPU Pandeglang memasukkan kecakapan baca tulis Al-Quran sebagai salah satu syarat seseorang nyalon kepala daerah.

Hal ini menurut Gaffar penting sebagai penanda bahwa Pandeglang merupakan daerah islami dimana membaca Al-Quran merupakan budaya masyarakat.“Pandeglang dikenal sebagai Kota Sejuta Santri Seribu Ulama. Makanya kami sangat menginginkan para calon kepala daerah bisa membaca dan menulis Al-Quran.

Kalau tidak menyalahi aturan, mungkin boleh saja KPU memasukan syarat ini,” kata Gaffar ditemui di sela-sela sosialisasi syarat calon dan persyaratan pencalonan yang digelar KPU Pandeglang di Aula PKPRI Pandeglang, Selasa (10/12).

Gaffar menambahkan, Pilkada Pandeglang tahun 2020 nanti  diharapkan sukses dan lancar sekaligus menghasilkan sosok pemimpin yang ideal. Tidak hanya itu kepala daerah yang terpilih harus dapat merepresentasikan keberagamaan masyarakat Pandeglang baik secara kultur maupun pemikiran.

“Masyarakat Pandeglang memang beragam karakternya. Namun soal agama, Islam merupakan mayoritas. Untuk itu wajar kalau seorang pemimpin kental dengan keislamannya tanpa bermaksud untuk menyepelekan pemeluk agama lain,” tandasnya.(muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook