Dinkes Kenalkan 102 Inovasi Bidang Kesehatan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 11 Desember 2019 - 12:02:14 WIB   |  dibaca: 41 kali
Dinkes Kenalkan 102 Inovasi Bidang Kesehatan

SENAM GERMAS: Para tenaga kesehatan melakukan senam germas di sela-sela acara pameran inovasi bidang kesehatan di Gedung Training Center UPI Serang, Selasa (10/12).

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengenalkan 102 inovasi baru di bidang pelayanan kesehatan. Ratusan inovasi tersebut diperlihatkan pada acara pemeran yang digelar di Gedung Training Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Selasa (10/12). Beberapa inovasi yang dipamerkan di antaranya Keluarga Siaga Ibu Hamil (Kasih) dan Pendidikan Bagi Calon Pengantik (Catin).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) Dinkes Kabupaten Serang Wahyu Suwargi mengatakan, kegiatan pemeran inovasi dilakukan untuk mengenalkan kepada seluruh tenaga medis dan masyarakat bahwa ada banyak kemajuan di dunia medis. “Peserta pameran inovasi ini seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Serang dan UPT yang meliputi laboratorium kesehatan (Labkes) dan publik safety center (PSC),” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan itu para tenaga medis bisa saling berbagi pengetahuan dan saling bertukar ilmu dan gagasan baru agar bisa diaplikasikan di puskesmasnya masing-masing. “Seperti inovasi Kasih itu sangat penting dalam membantu menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi di Kabupaten Serang, yang tahun ini sudah mencapai 57 kasus dan tahun 2018 61 kasus,” katanya.

Wahyu menuturkan, penerapan inovasi Kasih di beberapa puskesmas seperti di Puskesmas Pontang, Puskesmas Tirtayasa, dan Puskesmas Carenang sudah membuahkan hasil yang maksimal. “Tahun-tahun sebelumnya AKI/AKB di Kecamatan Pontang cukup tinggi tapi tahun ini di Kecamatan Pontang zero. Ini kan sesuatu yang luar biasa dan bisa diikuti oleh puskesmas-puskesmas di kecamatan lain,” paparnya.

Kepala Puskesmas Pontang Sruwi Budiana mengaku senang telah memiliki inovasi Kasih karena bisa membantu menurunkan AKI/KB di Kecamatan Pontang. “Pada 2018 Pontang kecamatan tertinggi AKI sebanyak lima orang. Alhamdulillah setelah penerapan inovasi Kasih kini tidak ada ibu yang meninggal di wilayah kami. Semoga ini bisa dijaga terus. Selain Kasih kita juga menggencarkan Germas (gerakan masyakat sehat),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kramatwatu Enik Utmawati mengaku pihaknya memiliki program Akte Procot dan sayangi ibu hamil anak hebat (Syamila). "Program akte procot meningkatkan kunjungan ke puskesmas kami karena ibu yang melahirkan di Puskesmas Kramatwatu anaknya langsung bisa mendapatkan akta kelahiran dan KK (kartu keluarga) baru. Kami kerjasama dengan Diskukcapil Kabupaten Serang dan program akte procot direplikasi di puskesmas-puskemas lain. Program akte procot sudah berjalan sejak 2016 lalu," katanya.
(tanjung/fikri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook