Gerabah Bumijaya Dipamerkan di Bandara Soetta

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 11 Desember 2019 - 12:09:43 WIB   |  dibaca: 113 kali
Gerabah Bumijaya Dipamerkan di Bandara Soetta

DIPAMERKAN: (Dari kiri) Sekda Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri, Deputi Airport Service Fasility PT Angkasa Pura II Hufron Kurniadi, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati, dan Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid memotong pita pada acara pameran gerabah Bumijaya, Selasa (10/12).

SERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II melakukan peresmian Display Promosi Gerabah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Gerabah yang dipamerkan di Terminal 2 F tersebut merupakan produksi dari Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas.

Peresmian dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri didampingi Kepala Dinas Koeprasi Perindustrian dan Perdagangan (Dskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid, Deputi Airport Service Fasility PT Angkasa Pura II Hufron Kurniadi, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

Entus mengaku bangga dengan dipamerkannya hasil produksi gerabah Bumijaya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) karena dengan begitu akan banyak dilihat masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. “Ini suatu kebanggaan baik pribadi dan Pemerintah Kabupaten Serang,” ujar Entus, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan, gerabah Bumijaya selama ini sudah masuk sampai mancanegara, di antaranya ke Korea dan Eropa dengan sekali ekspor sebanyak satu kontainer. Namun, pemasarannya tidak langsung melalui Bumijaya, tetapi dari Bali. “Kalau ekspor dari Bumijaya langsung belum. Jadi pemasaran gerabah selama ini jauh dari tempat aslinya yaitu melalui Bali,” katanya.

Dengan ekspor melalui Bali, Entus menuturkan, masyarakat Bumijaya mengirim bahan baku berupa tanah liat dan pengrajinnya ke Bali. “Jadi dibanding tanah dikirim ke Bali, toh pengrajin ada di kita, lebih baik kita langsung yang memasarkannya,” papar Entus.

Entus memastikan, gerabah Bumijaya memiliki keunggulan karena tanah liatnya lebih bagus ketimbang gerabah dari daerah lain, salah satunya dari Bantul. “Tanah liat dari Bumijaya, tingkat pembakarannya tidak perlu diolah dengan mesin. Kalau di luar harus diolah dengan mesin. Ini salah satu keunggulan gerabah Bumijaya tanahnya bagus,” ungkapnya.

Selain itu, pengrajin dari Bumijaya mempertahankan nilai-nilai klasik tradisional. Motifnya didesain modern tanpa mengubah kearifan lokal. “Gerabah Bumijaya merupakan kearifan lokal sejak zaman Kesultanan Banten abad ke 15,” katanya.

Deputi Airport Service Fasility PT Angkasa Pura II Hufron Kurniadi mengatakan, event-event pameran merupakan bagian dari promosi sehingga bisa menjadikan wisatawan tertarik dengan gerabah Bumijaya. “Apalagi dengan ikon-ikon cukup unik ini seperti gerabah Bumijaya menjadi bagian dari promosi,” ujarnya.

Dengan dipamerkannya Gerabah Bumi Jaya di Terminal 2 F pemberangkatan ini, sebut Hufron, juga menjadi bagian promosi yang secara tidak langsung berdampak keingintahuan dari para penumpang. “Sehingga lebih penasaran. Ada potensi mengunjungi baik event dan pariwisata di Kabupaten Serang,” katanya. (*/tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook