Satpol PP Segel Tower Bodong

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 11 Desember 2019 - 12:15:58 WIB   |  dibaca: 137 kali
Satpol PP Segel Tower Bodong

TAK BERIZIN : Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang menyegel tower di Kampung Kabasiran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Selasa (10/12).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang menindak tegas keberadaan menara telekomunikasi (tower) salah satu provider di Kampung Kabasiran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Tower itu disegel lantaran telah berdiri sekitar beberapa bulan, namun tidak memiliki izin alias bodong.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Sentosa mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan laporan keberadaan tower itu dari informasi masyarakat. Setelah dicek, ternyata tower itu belum memiliki izin apapun. Seperti izin mendirikan bangunan (IMB) dan lainnya. Untuk itu pihaknya menurunkan sepuluh anggota untuk meyegel tower tersebut. “Kami melakukan penghentian sementara terhadap tower itu karena belum mengantongi surat izin,” kata Bambang kepada wartawan, (10/12).

Menurut Bambang, menara telekomunikasi tersebut sudah beroperasi beberapa bulan. Dan selama itu pula, menurut informasi yang didapat, tidak ada keluhan terkait keberadaan tower tersebut. Namun, ada laporan warga yang mengatakan, menara tersebut belum mengantongi izin. “Karena belum punya izin apa-apa, ya kami hentikan. Dan kami sudah mohon dengan PLN ke lapangan untuk memutus aliran listriknya,” tuturnya.

Sebelum dihentikan sementara pengoperasian tower, lanjut Bambang,  pemilik menara atau yang mengelola sudah sempat ke kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk menandatangani surat pernyataan sepakat dihentikan sementara. Bahkan pemilik bersedia melengkapi izin yang harus dipenuhi. “Sehingga untuk sementara kami pasang banner di lokasi yang bertuliskan penghentian sementara,” paparnya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Tangerang Rusnandar menjelaskan, pihaknya sudah memanggil dan meminta pengelola tower melengkapi surat perizinan. Namun setelah waktu yang telah ditentukan, pemilik tidak mau mengurus perizinan. “Akhirnya, terpaksa kami menyegel tower ini untuk menghentikan sementara,” katanya.

Rusnandar menambahkan, Pihaknya tetap memberikan kesempatan agar pemilik atau pengelola tower tersebut mengurus perizinan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). “Segel akan langsung dilepas jika mereka memiliki itikad baik dengan mengurus surat izin,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook