Raperda Modal PT Agrobisnis Ditarget Rampung Dua Pekan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 10:37:09 WIB   |  dibaca: 45 kali
Raperda Modal PT Agrobisnis Ditarget Rampung Dua Pekan

DIKRITIK: Suasana paripurna pandangan fraksi terhadap raperda penyertaan modal agrobisnis, Selasa (10/12).

SERANG, BANTEN RAYA- DPRD Provinsi Banten menargetkan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyertaan modal PT Agrobisnis Banten Mandiri bisa rampung sebelum 2019 berakhir. Dengan demikian, plot anggaran penyertaan modal Rp 50 miliar untuk perusahaan plat merah itu bisa digunakan pada 2020 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Barhum mengatakan, pada dasarnya plot penyertaan modal untuk PT Agrobisnis Banten Mandiri pada APBD 2020 seniali Rp 50 miliar tidak masalah. Asalkan, legitimasi terhadap perdanya tetap ditempuh. Agar dana segar itu bisa digunakan tahun depan, maka pembahasan raperda tentang penyertaan modal ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun.

“Aspek hukum dari Oktober atau November sudah disampaikan, namun karena waktu yang dianggap transisi saat itu akhirnya tersendat, artinya tertunda. Tidak mengurangi aspek hukum, yang penting proses tahapan legitimasi perdanya tentunya dijalankan DPRD dan Pemprov Banten. Insya Allah sudah rampung dua pekan ke depan,” ujarnya di Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, kemarin.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang itu menuturkan, dengan rampungnya pembahasan raperda tersebut maka penyertaan modal terhadap PT Agrobisnis Banten Mandiri sudah bisa direalisasikan. “Di 2020 ini sudah dilengkapi seluruh kebutuhan (payung hukum) dan hal yang dianggap penting untuk bisa mendasari penyertaan modal ini bisa dijalankan,” katanya.

Dia meyakini raperda terkait penyertaan modal itu bisa dirampungkan selama dua pekan ke depan. Sebab, pada dasarnya raperda tersebut sudah masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2019.

“Ini (pembahasan raperda) dipansuskan, kan nota penyampaian sudah November. Insya Allah bisa (rampung bulan ini) karena sudah ada masuk prolegda (sekarang istilahnya propemperda), artinya sudah ada pra penyamapaian, ekspose dari OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,” ungkapnya.

Dia membantah banyaknya kritikan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD adalah sebagai bentuk penolakan terhadap PT Agrobisnis Banten Mandiri dan penyertaan modalnya. Apa yang disampaikan mereka adalah bentuk masukan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Banten itu bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Keluh kesah pandangan fraksi dikarenakan mereka enggak mau nanti efektifitas dan optimalimsasi penyertaan modal tidak punya profit oriented (mengahasilkan laba). Kita kritis, kita sedikit perdalam, kita support ke dalam rangka efekfitas dan optimalisasi dari penyertaan modal,” tuturnya.

Barhum berharap, kehadiran PT Agrobisnis Banten Mandiri bisa benar-benar sesuai dengan tujuan awalnya. Mampu meningkatkan dan menggali potensi agro di Provinsi Banten. “Saya pikir BUMD ini program dalam rangka peningkatan pembangunan bidang agrobisnis yang konteksnya lebih kepada berinvestasi di bidang pertanian. Banten di wilayah barat ini harus kembangkan dalam industri pertanian sesuai dengan tata ruang tentunya,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, raperda tentang penyertaan modal adalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi. Jika tidak, maka penyertaan modal terhadap PT Agrobisnis tak akan bisa terealisasi.

“Sebenarnya kalau kita dari DPRD berpikir kalau naro uang saja sepanjang tidak dicairkan tidak ada masalah. Tetapi pemprov khawatir sehingga memang raperda peneyertaan modal segera dibuat. Jadi harus disahkan baru bisa cair, sepanjang perda ini belum, ya belum ada (pendistribusian penyertaan modal),” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Banten menilai pemberian penyertaan modal PT Agrobisnis Banten Mandiri Agrobisnis tak tertib. Sebab, seharusnya raperda tentang penyertaan modal ditetapkan sebelum APBD tahun berkenaan disahkan. Akan tetapi yang terjadi di Banten justru sebaliknya. Berdasarkan catatan Banten Raya, pada APBD 2020 alokasi penyertaan modal untuk PT Agrobisnis Banten Mandiri telah dianggarkan senilai Rp 50 miliar. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook