TPAS Cilowong Terancam Longsor

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 10:38:40 WIB   |  dibaca: 58 kali
TPAS Cilowong Terancam Longsor

TERANCAM LONGSOR: Suasana pembuangan sampah Cilowong di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (11/12). Memasuki musim hujan sekarang ini TPAS Cilowong rawan terjadi longsor.

SERANG, BANTEN RAYA- Ancaman longsor masih menghantui tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Cilowong yang berlokasi di Kecamtan Taktakan, Kota Serang. Satu tahun pasca longsor belum ada perbaikan maksimal pada lokasi ini, baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten maupun Pemkab Serang. Bahkan kedua pemerintah daerah ini seolah tidak peduli.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto menyatakan, longsor yang dapat terjadi pada musim hujan saat ini mengancam TPAS Cilowong. Pasca longsor Januari 2019 lalu, belum ada perbaikan yang maksimal terhadap tempat penampungan sampah yang menampung sampah dari tiga daerah tersebut.

“Pemerntah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang yang setiap hari menyumbang ratusan kubik sampah pun tinggal diam, tidak peduli dengan kondisi TPAS yang sudah merenggut nyawa penduduk sekitar akibat longsor satu tahun silam,” kata Ipiyanto, Rabu (11/12).

Ipiyanto menyatakan, ancaman longsor terletak pada tebing jalan Taktakan-Gunungsari. Bahkan, akses jalan menuju shelter B yang disediakan untuk membuang sampah ini pun memiliki potensi longsor.“Di musim hujan ini akses jalan menuju shelter B tidak bisa dilalui alat berat dan truk karena jalan dibuat di atas tumpukan sampah,” ujarnya.

Karena itu, pengelola TPAS Cilowong pun memanfaatkan shelter C untuk membuang sampah dari tiga daerah tersebut. Namun, shelter C tidak bisa digunakan dalam waktu panjang karena jika terus menerus menjadi pembungan sampah akan menyebabkan longsor. DLH Kota Serang sendiri tidak bisa berbuat banyak karena APBD Kota Serang sangat terbatas.

Ipiyanto menyatakan, seharusnya akses jalan menuju shelter B dibeton dengan biaya miliaran rupiah. DLH Kota Serang sendiri mengharapkan bantuan keuangan dari Pemprov Banten untuk membangun akses jalan meunju shelter B dan A serta membuat beronjong di tebing jalan Taktakan-Gunungsari untuk mencegah terjadinya longsor.

Kasubag Tata Usaha Pengolahan Sampah Cilowong Mualimin menngatakan, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalan akses jalan di TPAS Cilowong berkisar Rp 5,2 miliar, sesuai dengan detail engineering design (DED).

Sementara pembuatan beronjong tebing untuk mencegah longsor berkisar Rp 3,5 miliar. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sendiri di APBD murni 2020 hanya bisa mengaggarkan kurang dari Rp 250 juta untuk membangun akses jalan sepanjang 25 meter, dari total panjang jalan mencapai 315 meter.“Belum lagi area di TPAS Cilowong harus dipaku bumi untuk mencegah terjadinya longsor, namun anggaran tersebut nampaknya masih jauh dari harapan,” katanya.

Mualimin menambahkan, baik pengelola TPAS Cilowong maupun DLH Kota Serang kini tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan-perbaikan di TPAS Cilowong. Pemprov Banten dan Pemkab Serang dituntut peduli dengan keberlangsungan TPAS Cilowong sebagai tempat pembuangan sampah mereka. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook