Tiga Guru Cabul Divonis Berbeda

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 10:41:08 WIB   |  dibaca: 170 kali
Tiga Guru Cabul Divonis Berbeda

MENERIMA VONIS: Suasana persidangan pembacaan vonis atas kasus pencabulan yang dilakukan tiga oknum guru SLTPN di Kecamatan Cikeusal kepada tiga siswinya, di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (11/12). Tiga terdakwa menerima vonis yang diberikan majelis hakim.

SERANG, BANTEN RAYA- Tiga oknum guru SLTPN di Kecamatan Cikeusal yang menjadi terdakwa kasus persetubuhan (cabul) dengan ketiga siswinya, yakni Ohan Munir, Didi Apriatna, dan Asep Setiawan, divonis berbeda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, saat persidangan, Rabu (11/12). Terdakwa Ohan dan Didi divonis 10 tahun, sedangkan Asep divonis 9 tahun penjara.

Majelis Hakim yang diketuai Heri Kristijanto mengatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal 81 ayat 2 undang-undang RI nomo 17 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Didi dan Ohan dengan pidana penjara selama 10 tahun. Sedangkan untuk terdakwa Asep dengan pidana penjara selama 9 tahun," kata Majelis Hakim disaksikan JPU Kejari Serang Sih Kanthi dan ketiga terdakwa.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya ketiga terdakwa dituntut 14 tahun penjara. Namun untuk denda, hakim sependapat dengan JPU. Ketiganya dikenakan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara."Hal yang memberatkan terdakwa merupakan seorang tenaga pendidik yang seharusnya melindungi anak didiknya, terdakwa telah merusak masa depan anak didiknya, perbuatan terdakwa melawan norma hukum dan agama. Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," ujarnya.

Atas putusan hakim tersebut, ketiga terdakwa menerimanya, sedangkan JPU masih melakukan pikir-pikir untuk menentukan keputusannya. "Kami terima yang mulia," kata ketiga terdakwa.Diketahui sebelumnya, kasus pencabulan yang dilakukan oleh ketiga oknum guru terhadap 3 siswinya tersebut terungkap dari laporan Bunga (bukan nama sebenarnya) kepada petugas kepolisian yang melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh OM, salah seorang guru SLTP tersebut.

Pemerkosaan dilakukan di ruang laboratorium komputer sekolah pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00, atau saat jam istirahat sekolah. Selain Bunga, dua rekanya yakni Melati dan Mawar juga disetubuhi oleh dua guru berbeda pada waktu yang sama saat Bunga diperkosa.

Setelah kasus itu mencuat ke publik, dua siswi korban pencabulan akhirnya melaporkan dua guru berinisial DS dan AS ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, Senin (17/6) sore. Lalu pada Selasa (18/6) dini hari, ketiga oknum guru itu akhirnya ditangkap polisi. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook