Tiga Pengirim 300 Kg Ganja Dituntut Hukuman Matiati

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 11:10:27 WIB   |  dibaca: 1465 kali
Tiga Pengirim 300 Kg Ganja Dituntut Hukuman Matiati

TERTUNDUK: Tiga terdakwa tertunduk saat mendengarkan tuntutan dari JPU Kejari Cilegon, di PN Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA - Tiga terdakwa kasus penyelundupan ganja 300 kilogram (Kg), Misbahudin, Zainudin dan Dedi Kaharmunas dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (11/12).

Ketiga terdakwa ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Penginapan D'orange Kota Cilegon pada 10 Mei 2019.Dalam sidang yang dipimpin Guse Prayudi, JPU Kejari Cilegon, Wandy Batubara mengatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah telah melanggar Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Misbahudin, Zainudin dan Dedi Kaharmunas berupa pidana mati, dengan ketentuan para terdakwa tetap ditahan," kata Wandy membacakan tuntutannya,

Wandy mengungkapkan, pertimbangan tututan pidana mati terhadap ketiga terdakwa, diantaranya perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, perbuatan terdakwa dapat merusak generasi muda, dan terdakwa merupakan jaringan peredaran narkoba. "Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadar membawa narkoba," ungkapnya.

Berdasarkan fakta persidangan, Wandy mengungkapkan, bahwa pada Jumat, 10 Mei 2019 sekitar pukul 01.00 WIB terdakwa Misbahudin dihubungi oleh temannya dengan panggilan Jawa (DPO) melalui chat Whats App yang menawarkan pekerjaan untuk mengambil barang berupa narkotika. Misbahudin menyanggupi pekerjaan tersebut.  

"Kemudian pada pukul 18.42 WIB, Jawa kembali menghubungi Misbahudin dengan video call (whats app) memerintahkannya untuk berangkat menggunakan mobil menuju daerah Cilegon untuk mengambil narkotika jenis ganja dari seseorang," ujarnya.

Sebelum berangkat ke Kota Cilegon, kata Wandy, Misbahudin dihubungi oleh Dedi Kaharmunas, agar menemuinya di daerah Cilegon, tepatnya di Penginapan D’orange Home Stay untuk menerima penyerahan ganja itu. "Mendapat informasi itu, lalu Misbahudin mencari kendaraan mobil di daerah Megamendung. Secara tidak sengaja bertemu Jaenudin, kemudian menawarkan pekerjaan untuk mengambil narkotika jenis ganja dengan syarat Jaenudin mencarikan mobil dan jadi  supir untuk pergi ke Cilegon," jelasnya.

Wandy mengungkapkan, Misbahudin dan Jaenudin berangkat menuju Penginapan D’orange Home Stay, Cilegon dengan mengunakan mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nopol F 1013 PZ. Setibanya di penginapan, keduanya dihampiri oleh Dedi Kaharmunas.

"Kemudian keduanya diminta membatu Dedi memindahkan 10 karung besar berisi ganja dari mobil boks merk Mitsubishi Colt Diesel warna kunimg silver dengan nomor polisi A 9401 ZA. Pada saat ketiganya memindahkan barang ketiganya ditangkap BNN. Barang bukti yang diamankan 300 kilogram ganja dan satu kartu anggota,"  ungkapnya.

Wandy menegaskan, dari keterangan Misbahudin, dirinya mendapatkan imbalan dari Jawa dengan menganggap lunas hutangnya sebesar Rp20 juta dan akan mendapatkan tambahan imbalan jika narkoba tersebut sampai ke tujuan."Untuk tedakwa Misbahudin sudah terlibat peredaran narkotika sejak tahun 2015 sampai sekarang, untuk berapa kalinya terdakwa tidak mengingatnya," tegasnya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, ketiga terdakwa Misbahudin, Zainudin dan Dedi Kaharmunas mengajukan pembelaan kepada majelis hakim PN Serang. Sidang akan dilanjutkan pada hari Selasa (17/12)."Sidang kita kembali gelar selasa depan dengan agenda pembelaan," kata Ketua Majelis Hakim PN Serang, Juse. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook