Gebyar Panjang Mulud Kota Serang, Lestarikan Tradisi Ngeropok

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 11:16:45 WIB   |  dibaca: 122 kali
Gebyar Panjang Mulud Kota Serang, Lestarikan Tradisi Ngeropok

BEREBUT : Warga berebut panjang mulud pada acara Pawai Panjang Mulud yang digelar Pemkot Serang di Jalan Veteran, Kota Serang, Rabu (11/12).

SERANG, BANTEN RAYA – Pawai panjang mulud dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muahmmad SAW digelar Pemerintah Kota Serang, di Jalan Protokol Veteran Kota Serang, Rabu (9/12) pagi.

Ngaropok sebagai trdaisi khas Banten saat muludan harus dilestarikan.Pantauan Banten Raya di lokasi, acara pawai panjang mulud digelar mulai sekitar pukul 08.30 WIB.
Panjang mulud yang berasal dari kreasi kelurahan, sekolah, ormas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut ditampilkan.

Namun, karena antusiasnya, puluhan warga yang sedari pagi sudah menunggu di Jalan Protokol Veteran saling berebut isi panjang mulud berupa mie instan, pakaian, hasil bumi, uang lembaran dan kebutuhan pokok lainnya yang dikemas dalam berbagai bentuk miniatur, seperti menara Banten, masjid, perahu, dan lainnya.

Dalam aksi rebutan itu sempat membuat ricuh dengan sesama warga karena saling berebut isi panjang mulud.Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang dan Kepolisan Resort Serang Kota pun mengamankan panjang mulud.

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan bahwa aksi puluhan warga saling berebut panjang mulud itu merupakan hal yang wajar dan bagian dari seni ngeropok.“Itu adalah sebuah seni ya. Itu euforia salah satu bentuk masyarakat karena pawai budaya maulid ini dihiasi oleh sembako-sembako, sehingga membuat masyarakat antusias. Jadi menurut saya itu hal yang wajar,” ujar Syafrudin, kepada awak pers, selepas acara.

Menurut dia, kegiatan ini sangat baik untuk dapat melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Serang. Karena, menurutnya, kebudayaan merupakan identitas suatu daerah. “Ini sangat baik ya untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini juga dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat,” ucap dia.

Syafrudin pun berharap, kedepannya kegiatan Gebyar Panjang Mulud dapat lebih tertib dan meriah lagi. “Harapannya kedepan masyarakat agar bisa meningkatkan dan mempertahankan budaya maulid di Kota Serang. Kemudian untuk bisa menjaga ketertiban dan keamanan sehingga tidak terjadi rebutan seperti tadi,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto, mengatakan bahwa tujuan pihaknya menggelar Gebyar Panjang Mulud ini untuk menjadikan tradisi dan adat Kota Serang sebagai modal pembangunan."Dengan budaya dan tradisi lokal, ini dapat menjadi modal dalam membangun Kota Serang. Baik dari segi pariwisata maupun lainnya,” kata Wasis.

Taman Rusak

Pasca gebyar panjang mulud yang digelar Pemkot Serang, sejumlah tanaman di taman yang berada di Jalan Protokol Veteran, Kota Serang, mengalami kerusakan. Kerusakan itu terjadi akibat antusias puluhan warga pada saat saling berebut isi panjang mulud yang dipamerkan oleh OPD, sekolah, dan ormas.

Kepala DPRKP Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan, kerusakan taman itu karena ketidaktahuan masyarakat saat berebut isi panjang mulud. Ia mengakui bahwa taman di tengah Jalan Protokol Veteran itu kewenangan Pemprov Banten, namun pihaknya bertanggungjawab dalam hal pemeliharaannya.“Yang pasti kami akan coba benahi dan pelihara lagi secepatnya, karena ini kan berkaitan dengan estetika kota,” ujar Iwan.

Ia menyebutkan, kerusakan pada tanaman di taman tersebut bisa disebut hanya kerusakan ringan. “Kerusakannya paling lima sampai 10 meter. Adapun yang rusak sebetulnya bukan rusak hanya tertimpa saja yang penting kontruksinya tidak rusak,” katanya.

Iwan mengimbau kedepannya masyarakat tidak mengulangi kembali aksi tersebut. “Yang pasti kami mengimbau masyarakat tidak lagi sampai menaiki taman-taman yang dipelihara karena taman merupakan estetika kota,” tandas dia. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook