Dua Tempat Hiburan Malam Disegel

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Desember 2019 - 11:18:24 WIB   |  dibaca: 432 kali
Dua Tempat Hiburan Malam Disegel

MEMBANDEL : Wakil Walikota Serang, Subadri mengintrogasi pegawai tempat hiburan malam saat razia di Kepandean, Kota Serang, Rabu (11/12) dini hari.

SERANG, BANTEN RAYA – Dua tempat hiburan malam di Kota Serang, yakni MPE Resto dan Lucky Star (LS) yang terletak di Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, disegel oleh aparat Satpol PP Kota Serang, Selasa (10/12) malam. Dua tempat dugem tersebut disegel, karena tidak mengantongi legalitas izin operasional.

Informasi yang diperoleh, penyegelan dua tempat dugem tersebut dilakukan dalam razia yang dipimpin Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin sekitar pukul 23.30 WIB.
Subadri sempat mempertanyakan legalitas pengelola dalam menjalankan bisnis hiburan malam itu kepada salah satu karyawan yang menggunakan kerudung.“Ini siapa yang memberikan izin? Mbak gak malu dengan jilbab duduk-duduk bekerja di tempat seperti ini?” ujar Subadri, dengan nada tinggi.

Karyawan berkerudung itu pun lantas menjawab bahwa dirinya terpaksa bekerja di tempat hiburan malam, karena sulit mencari pekerjaan. Selain itu, ia mengaku saat ini sedang menunggu panggilan kerja dari salah satu pabrik. “Sebenarnya saya malu pak, tapi karena sulit mencari pekerjaan jadi terpaksa seperti ini. Ini juga sekalian menunggu jawaban dari pabrik,” jawabnya.

Subadri pun berkeliling dalam lokasi tersebut untuk mencari pemilik tempat hiburan malam itu. Namun, ia hanya menemukan orang yang mengaku bertanggung jawab di sana."Mana karyawan yang lain? Kumpulkan semua di sini. Telepon bos kamu sekarang,” perintah Subadri.

Orang yang mengaku sebagai penanggung jawab pun secara spontan menjawab tidak ada. Mendengar jawaban tersebut, Subadri pun makin murka.“Mana ada karyawan gak punya nomor bosnya? Panggil sekarang,” bentak Subadri.

Setelah mengumpulkan seluruh pegawai tempat hiburan tersebut, Subadri pun memerintahkan kepada Satpol PP untuk mengangkut semua karyawan ke kantor Satpol PP Kota Serang. Setelah itu, Subadri melakukan penyegelan tempat hiburan tersebut.“Ingat, kalau sampai segel ini dibuka, kalian berurusan dengan Pemkot Serang, dan akan kami pidanakan,” tegas dia.

Subadri mengaku, penyegelan yang dilakukan oleh pihaknya selain karena dorongan dari masyarakat, juga karena tidak berizinnya tempat hiburan malam tersebut."Mereka tidak ada izin, namun tetap membuka. Maka harus kami segel. Ini berangkat dari keluhan masyarakat, baik secara langsung maupun lewat media sosial," tuturnya.

Menurutnya, langkah penyegelan tersebut juga dilakukan untuk membersihkan Kota Serang dari segala hal yang berbau kemaksiatan. Terlebih, Kota Serang dikenal dengan kota yang relijius."Kota Serang terkenal sebagai seribu santri seribu kiayi, maka harus bersih dari segala tindak kemaksiatan," tegasnya.

Subadri mengatakan, pihaknya pun telah mengamankan 30 orang pengunjung dan karyawan hiburan malam tersebut ke kantor Satpol PP.“Ada sekitar 30 orang yang didata. Tapi tidak semuanya Pemandu Lagu (PL). Ada yang SPG bir, ada yang pengunjung, ada juga suami istri yang katanya iseng mampir,” ungkap mantan ketua DPRD Kota Serang ini.

Ia menyebutkan, dari puluhan yang terkena razia tersebut, hanya ada dua orang warga asli Kota Serang, salah satunya yang menggunakan jilbab.“Sisanya ada yang dari Cianjur, ada yang dari Pandeglang, ada yang dari Garut. Justru yang Kota Serang itu minoritas. Satu orang itu pengunjung, satunya lagi yang berjilbab, orang Walantaka,” sebutnya.

Subadri pun mengakui, razia yang dilakukan oleh pihaknya telah bocor informasinya, karena para pemilik hiburan malam juga terorganisir dengan baik. "Memang razia ini sudah bocor, karena mereka (pengelola hiburan) itu terorganisir. Jadi mereka langsung menutup tempatnya. Namun kami yakini, pada sore hari tadi mereka buka,” ujar Subadri.

Kedepannya, masih kata dia, akan memanggil seluruh pemilik hiburan malam yang ada di Kota Serang."Cuma ya tadi, dari pegawainya itu masih menutup-nutupi siapa yang memiliki hiburan tersebut. Kami akan upayakan untuk bertemu,” akunya.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Serang, Um Rohmat Hidayat, mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan rutin, agar penyegelan yang telah dilakukan tidak dibuka secara paksa."Kami akan melakukan pemantauan rutin. Apabila mereka membuka segel tersebut, itu sudah pidana,” ungkap Rohmat. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook