Selama 2019, Populasi Badak Bertambah Empat Ekor

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 13 Desember 2019 - 10:06:08 WIB   |  dibaca: 111 kali
Selama 2019, Populasi Badak Bertambah Empat Ekor

BERKEMBANG BIAK : Anak badak jawa TNUK yang baru lahir tertangkap kamera video trap, kemarin.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Populasi Badak Jawa yang ada di Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) selama 2019 mengalami penambahan empat ekor. Penambahan populasi badan dengan cula satu itu diketahui setelah adanya empat anak Badak Jawa ini yang terekam kamera. Keempat anak badak yang memiliki cula satu ini berjenis kelamin betina dua ekor, jantan satu ekor, dan satu individu belum teridentifikasi.

Kepala Balai TNUK Pandeglang, Anggodo mengatBadak Jawa yang dilakukan TNUK menggunakan kamera video trap. "Monitoring populasi Badak Jawa tahun 2019 dilaksanakan dengan mengoperasikan 100 unit kamera video otomatis jenis trophy camp pada lokasi yang sering dikunjungi Badak Jawa di Semenanjung Ujung Kulon.

Di mana pada tahun 2019 sampai dengan bulan September, berdasarkan hasil kegiatan monitoring populasi Badak Jawa telah lahir anak Badak Jawa sebanyak 4 individu," kata Anggodo, dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (12/12).

Anggodo menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan jumlah minimum Badak Jawa di TNUK hasil monitoring tahun 2019 sebanyak 72 individu, dengan komposisi jenis kelamin, 38 individu jantan dan 33 individu betina, 1 anak belum diketahui jenis kelaminnya dan kelas umur anak 15 individu dan remaja dewasa 57 individu. "72 individu saat ini merupakan angka jumlah populasi tertinggi yang tercatat sejak tahun 1967, 1980, 1983 dan 2007 yang sebelumnya berjumlah 64 invividu Badak Jawa yang ada di TNUK," jelasnya.

Menurutnya, kondisi habitat Badak Jawa sampai saat ini masih bagus terbukti bahwa setiap tahun sejak 2012 selalu terekam kelahiran anak Badak Jawa di TNUK. "Badak Jawa merupakan spesies paling langka diantara lima spesies Badak yang ada di dunia, sehingga dikategorikan sebagai critically endangered.

Apalagi Badak Jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah, karena Badak Jawa diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar," terangnya.

Dia menilai, monitoring Badak Jawa harus dilakukan. "Informasi mengenai parameter demografi Badak Jawa menjadi sangat penting sebagai dasar pengelolaan. Namun demikian kehidupan Badak Jawa dihabitatnya sendiri sulit dijumpai secara langsung. Disamping itu, sosok Badak Jawa yang sifatnya cenderung soliter merupakan salah satu kendala dalam kegiatan inventarisasi dan monitoring," ucapnya.

Sekda Pandeglang, Pery Hasanudin menyambut baik dengan adanya anak Badak Jawa yang lahir di TNUK. "Dengan ditemukannya clip video anak Badak Jawa yang lahir ini menunjukan bahwa populasi Badak Jawa di TNUK masih mengalami perkembangbiakan alam dengan baik, sehingga memberi harapan besar bagi keberlangsungan hidup satwa langka di TNUK," ungkapnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook