Penyandang Disabilitas Belum Terlindungi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 Desember 2019 - 10:07:49 WIB   |  dibaca: 98 kali
Penyandang Disabilitas Belum Terlindungi

HANGAT: Walikota Cilegon, Edi Ariadi bercengkrama dengan salah satu penyandang disabilitas saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kota Cilegon, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA- Penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus di Kota Cilegon saat ini belum sepenuhnya terlindungi oleh pemerintah. Berbagai fasilitas publik maupun pelayanan pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada kaum disabilitas.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta mengatakan, saat ini kaum disabilitas di Kota Cilegon belum sepenuhnya terlindungi aturan. Hak untuk menerima pendidikan sebagai contohnya, masih sulit untuk diakses bagi penyandang disabilitas baik dari segi pelayanan maupun sarana prasarananya. Kondisi tersebut, menjadi perhatian pihaknya di Komisi II DPRD Cilegon, yang memang membidangi permasalahan sosial.

“Kami akan dorong adanya Perda (Peraturan daerah) tentang Perlindungan Disabilitas,” kata Sitta ditemui usai menghadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kota Cilegon 2019 di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (12/12).

Sitta mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa fasilitas untuk disabilitas, seperti trotoar khusus, namun perawatannya dinilai kurang. Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk disabilitas juga belum tersedia. “Kami dorong agar pelayanan publik bisa mengarah ke sana (Ramah disabilitas -red),” harap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sitta juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak menganggap remeh kaum disabilitas. Ia berharap, kaum disabilitas mendapat haknya, seperti pendidikan, dan pekerjaan yang layak. “Kami dorong Perda Perlindungan Disabilitas ini, segera berkoordinasi dengan eksekutif yang berkaitan dengan disabilitas,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kota Cilegon 2019 diadakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Kota Cilegon terhadap anak berkebutuhan khusus agar termotivasi mengembangkan bakatnya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi yang berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkn martabat, hak, dan kesejahteraan para disabilitas,” kata Edi.

Edi juga menjelaskan, jumlah penyandang disabilitas di Kota Cilegon dengan usia 17 tahun keatas pada saat ini berjumlah 496 orang, sedangkan usia 0-17 tahun berjumlah 550 orang. “Saat ini pemerintah pusat dan Pemprov Banten serta Pemkot Cilegon sangat konsisten terhadap program peningkatan akses dan mutu bagi sekolah khusus demi membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan amanat undang-undang,” terangnya.

Kedepannya, Edi berharap peringatan Hari Disabilitas tingkat Kota Cilegon di setiap tahunnya dapat terus dilaksanakan, karena ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan apresiasi Pemkot Cilegon terhadap para disabilitas di Kota Cilegon. “Saya mengimbau agar pihak khususnya BUMN dan BUMD di lingkungan Pemkot Cilegon agar lebih meningkatkan kepedulian serta turut berkontribusi nyata terhadap para penyandang disabilitas di Kota Cilegon.

Mari kita berikan rasa aman, nyaman serta kehidupan yang layak dan perhatian yang lebih besar kepada mereka bahkan kita berkewajiban untuk menyediakan fasilitas untuk mendukung keberadaan para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sementra itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Permberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, tujuan peringatan Hari Disabilitas Internasional ini untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak terhadap ragam persoalan penyandang disabilitas dan sebagai bagian memperjuangkan tuntutan perlindungan dan pemenuhan hak-hak kaum disabilitas dan juga untuk memastikan seluruh anak disabilitas di Kota Cilegon bersuka cita, berbahagia, dan aman.

“Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pentas seni dari siswa siswi Sekolah Kebutuhan Khusus (SKh) se-Kota Cilegon, pemberian anugerah kepada difabel berprestasi, penandatanganan prasasti SKh Negeri 01 Kota Cilegon, kemudian juga ada konsultasi gratis bagi tumbuh kembang anak dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon serta pemberian bansos dari Dinsos Kota Cilegon untuk 100 orang disabilitas,” ungkap Heni. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook