Tes Urine Narkoba Dilakukan Sampling

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 Desember 2019 - 10:09:32 WIB   |  dibaca: 257 kali
Tes Urine Narkoba Dilakukan Sampling

Tes Urin : Petugas BNN Provinsi Banten cek urine pegawai Pemprov Banten di Aula Setda KP3B, Kota Serang, Kamis (12/12).

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggelar tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten (12/12). Hasilnya, tes yang dilakukan hanya sampling atau sampel itu,tidak ada pegawaiyang positif narkoba.

Pantauan Banten Raya, tes urine secara mendadak itu dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Para ASN di setda dipanggil dan diminta menyerahkan sampel urinenya untuk dilakukan tes kandungan narkotika. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pintu masuk utama setda. Selama prosesnya, para ASN terlihat tertib mengikuti instruksi dari petugas. Tidak ada dari mereka yang berupaya menghindar.

Penyuluh pada Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN Provinsi Banten, Muhammad Farhan mengatakan, apa yang dilakukannya di setda merupakan tahap awal dari rangkauan tes urine di lingkup Pemprov Banten.

Dalam pelaksanaannya, BNN hanya mengambil sampel sebanyak 10 dari masing-masing biro."Hari ini (kemarin-red) ke biro-biro di Setda Provinsi Banten. Ada sembilan biro, kita ambil sampling dari masing-masing biro 10 orang untuk dilakukan pemeriksaan tes urine. Hasilnya negatif sampai saat ini, memang harapannya seperti itu,” ujarnya.

Ia menuturkan, tes urine akan dilakukan selama dua pekan ke depan dengan menyasar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk urutan OPD yang akan diperiksa, BNN masih merahasiakannya agar tes bisa benar-benar berjalan efektif. "Kita akan keliling ke OPD yang ada di pemprov. Ini tindaklanjut dari Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Pemerintah Daerah. Harapannya itu bersih narkotika, khususnya untuk ASN," katanya.

Jika dalam tes ditemukan ASN ada yang positif mengonsumsi narkoba, maka pihaknya akan melakukan assesment atau penilaian lanjutan. Akan ada penanganan berbeda oleh BNN kepada ASN yang terindikasi hanya sebagai pengguna dengan yang bertindak sebagai pengedar. 

"Kita akan lakukan tindak lanjut assesment. Kalau dia hanya pengguna kita tetap rehabilitasi. Untuk urusan kepegawaiannya kita serahkan ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah), karena kegiatan ini kerja sama dengan BKD," ungkapnya.

Kepala BKD Provinsi Banten, Komarudin mengatakan, pelaksanaan tes urine merupakan bentuk kerja sama antara pemprov dengan BNN. Hal itu merupakan bagian dari penegakan disiplin ASN. Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan adanya ASN Pemprov Banten yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.“Di sisi lain agar tidak ada penyelahgunaan narkoba. Dulu-dulu ada (yang terindikasi menggunakan narkotika) tapi sekarang tidak ada,” ujarnya.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Tangerang itu menegaskan, tes urine tak berhenti di setda saja. Sebab, BNN akan menyisir seluruh perangkat kerja di lingkungan Pemprov Banten. “Seluruh OPD nanti akan diperiksa secara bertahap. Tapi memang tidak semua (ASN) diperiksa, hanya sampling saja,” pungkasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook