Lima Desa Diterjang Angin Puting Beliung

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 13 Desember 2019 - 10:18:28 WIB   |  dibaca: 222 kali
Lima Desa Diterjang Angin Puting Beliung

HANCUR : Salah satu bangunan milik warga di Mauk, Kabupaten Tangerang, hancur akibat diterjang angin puting beliung, kemarin.

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 216 rumah di lima desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, rusak akibat diterjang angin puting beliung, Kamis (12/12). Selain merusak rumah, limaorang warga juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena genting yang jatuh. Kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebelum puting beliung muncul dan merusak puluhan rumah warga, hujan deras mengguyur sekitar pukul 10.00 WIB, dan 15 menit kemudian, pusaran angin kencang datang. Genteng rumah-rumah warga beterbangan dan beberapa pohon dan tiang listrik tumbang.

Salah seorang warga Kampung Tegal Kunir, Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Muslim (45) menuturkan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 10.20 siang. Saat itu, ia bersama keluarga tengah berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh di luar rumah.

Bahkan kemudian dilanjutkan dengan suara seperti mobil berderum. Lantas terdengar suara genteng rumah yang terbanting ke tanah. “Saat itu kami tidak berani keluar. Setelah suara angin hilang barulah kami berani keluar rumah,” kata Muslim kepada wartawan saat ditemui di halaman rumahnya.

Begitu keluar rumah, Muslim mengaku kaget melihat atap rumahnya sudah rusak diterjang angin puting beliung. Selain rumah miliknya, beberapa rumah tetangga juga mengalami rusak ringan dan berat. ”Rumah saya rusak bagian atap dan dinding atas,” ungkapnya.

Muslim mengaku akibat kejadian ini dirinya dan istri serta anak mengaku bingung untuk tinggal dimana. Terlebih sebagai pedagang buah tentunya penghasilannya tak mencukupi untuk bisa memperbaiki rumahnya dengan cepat. Untuk itu, Muslim berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan dermawan mau membantu untuk memperbaiki rumahnya. “Saya bingung nanti tinggal dimana soalnya rumah rusak parah. Karena jika saya paksakan tinggali khawatir sisa bangunan roboh dan menimpa saya, istri dan anak,” harapnya.

Camat Mauk, Arif Rahman mengatakan, berdasarkan hasil pendataan pihak kecamatan, jumlah rumah rusak berat dan ringan akibat bencana alam puting beliung sebanyak 216 unit. Bahkan, dilaporan ada lima warga mengalami luka ringan tertimpa genteng rumah. Kerusakan rumah akibat puting beliung itu, kata Arif, terdapat di  Desa Tegal Kunir Lor, Tanjung Anom, Sasak, Banyu Asih, dan Gunung Sari. “Setelah kejadian puting beliung, saya langsung melaporkan ke Pak Bupati (Ahmed Zaki Iskandar_red). Pak bupati langsung merespons dengan langsung turun melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Arif mengungkapkan, rumah yang rusak ringan sudah diperbaiki oleh pemiliknya. Arif berharap, pemerintah memberikan bantuan material bangunan untuk meringankan beban korban bencana alam itu. “Masyarakat yang jadi korban puting beliung dari keluarga tidak mampu. Mereka butuh uluran dari pemerintah dan donatur untuk membangun kembali rumahnya yang rusak,” ungkapnya.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan, setelah mendapat informasi terjadi bencana alam puting beliung di Kecamatan Mauk, pihaknya langsung turun untuk membantu korban dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa, mie instan, beras, air mineral, saos, pakaian layak pakai, karpet, dan yang lainnya kepada para korban.

“Beberapa jam setelah kejadian, kami langsung ke lokasi bencana. Warga yang rumahnya ambruk mengungsi ke rumah kerabat di kampung yang sama, dan kami juga sudah meyiapkan tenda penampunga bagi korban yang tidak punya tempat tinggal sementara,” ungkapnya.

Terkait bantuan bahan bangunan, Bambang menyatakan, belum dapat direalisasikan. Saat ini, BPBD fokus memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban puting beliung. “Kami berharap, masyarakat tidak larut dalam kesedihan. Mereka harus bangkit dan menjalani hidup seperti sedia kala,” harapnya.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan, pesan agar masyarakat Kecamatan Mauk yang tertimpa musibah  agar tetap bersabar serta tawakal dalam menerima cobaan ini. Zaki berjanji, Pemkab Tangerang akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menangani persoalan serius yang dialami masyarakat. “Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada karena cuaca kedepan masih cukup ekstrim,” katanya.

Zaki menambahkan, sudah menginstruksikan kepada BPBD dan Dinas Sosial, pihak aparatur kecamatan untuk bekerja optimal membantu warga yang terkena musibah. Begitu pula kepada pemerintah desa agar bissa membantu korban bencana puting beliung tersebut. “Diharapkan besok segera ditangani dan diinstruksikan kepada kepala desa untuk menghitung kerugian agar situasi secepatnya normal. Untuk perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan, Pemkab dan Pemdes Insya Allah akan membantu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sub Bidang (Kasubag) Pelayanan pada BMKG Wilayah II Tangerang Darman Mardanis  menjelaskan, kejadian angin puting beliung merupakan kejadian umum yang kerap terlihat, khususnya saat peralihan musim, dari kemarau ke musim hujan. Umumnya angin puting beliung terjadi karena adanya efek downburst dari awan Cumulonimbus (CB), yang terbentuk dan matang di daerah kelembapan udara rendah. “Tetap akan terjadi selama puncak musim hujan, diawali pertumbuhan awan Cumulonimbus,” terangnya.

Darman menambahkan, terkait kondisi cuaca tersebut, pihaknya memprediksi akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Sementara untuk musim angin utara, diprediksi masih menyebabkan gelombang tinggi hingga pertengahan Februari mendatang. “Sementara puncak musim hujan diperkirakan berakhir hingga Maret,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook