Ombudsman Desak Pemkot Selesaikan Tower Ilegal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 14 Desember 2019 - 09:35:19 WIB   |  dibaca: 44 kali
Ombudsman Desak Pemkot Selesaikan Tower Ilegal

AUDIENSI: Walikota Serang Syafrudin (kiri) menerima rombongan Ombudsman RI di ruang kerjanya dalam rangka audiensi terkait laporan warga, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Ombudsman Republik Indonesia (pusat) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera menyelesaikan permasalahan tower tak berizin milik PT Solusindo Kreasi Pratama, yang berada di Perumahan Serang Asri, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Tuntutan tersebut diungkapkan Asisten Muda Bagian Resolusi dan Monitoring Ombudsman Pusat, Ratna Sari Dewi, selepas Ombudsman RI melakukan kunjungan ke ruang kerja walikota, di Aula Setda, Puspemkot Serang, Kawasan Kota Serang Baru (KSB), Kota Serang, Jumat (13/12).

Ratna menjelaskan, kedatangan pihaknya ke kantor walikota berawal dari laporan keluhan masyarakat Perumahan Serang Asri yang di pemukimannya terdapat tower ilegal.“Jadi kami ke sini berawal dari laporan warga bahwa ada tower yang tidak berizin di Kota Serang. Nah itu jelas keberadaannya melanggar Perda,” jelas Ratna kepada awak pers.

Ia mengaku telah menyarankan kepada Pemkot Serang untuk segera menindaklanjuti permasalahan tower tersebut pada awal tahun 2019 lalu.“Kan sudah ada tindakan dari awal bulan Januari itu sudah ada hasil pemeriksaan dari Ombudsman,” akunya.

Tak hanya itu, masih kata Ratna, pihaknya pun mengaku terakhir pada medio Juli 2019, pun telah menyampaikan kepada Pemkot Serang ada kesepakatan bahwa tower itu tidak berizin namun sudah berdiri.

 “Pertemuan tadi bahwa di Kota Serang ada perda disinsentif. Jadi katanya untuk tower-tower yang telah berdiri ada semacam afirmasi, kalau masyarakatnya mengizinkan dengan difasilitasi, maka kemudian bisa diberikan alternatif solusi, misalnya izinnya segera diterbitkan dengan peraturan-peraturan yang sesuai prosesnya,” terang dia.

Ia mengungkapkan, Ombudsman mengagendakan pada awal Januari 2020, pihaknya akan mengundang perusahaan, sekaligus menghadirkan Pemkot Serang dan masyarakat yang merasa keberatan. Agenda tersebut akan membahas terkait permasalahan tower tersebut.

“Mudah-mudahan saja ada solusi, masyarakat bisa menerima dan pemkot juga menerima aturan-aturan yang harus dipenuhi perusahaan. Kalau tidak ada solusi juga, ombudsman akan memberikan saran terakhirnya ya untuk dilakukan penegakan hukum oleh Pemkot ya disegel dan dibongkar,” ungkap Ratna.

Hanya saja, masih kata Ratna, untuk pembongkaran tersebut anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit.“Anggarannya mungkin yang jadi masalah karena anggaran pembongkaran tower tinggi kan. Itu nanti Pemkot yang memikirkan soal itu,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Serang Syafrudin menjelaskan bahwa kunjungan Ombudsman ke Pemkot Serang sudah beberapa kali. Hanya saja dari beberapa kali kunjungan tersebut belum juga menghasilkan kejelasan yang pasti terkait tower, karena selama ini Ombudsman hanya menghadirkan pemkot dengan pihak masyarakat yang merasa keberatan atas keberadaan tower ilegal itu.“Tapi dari pihak perusahaan belum pernah diundang,” ujar Syafrudin.

Ia mengaku untuk saran dan anjuran Ombudsman telah dilaksanakan oleh Pemkot Serang, terutama tower tidak berizin yang berada di Perumahan Serang Asri. Kemudian, Pemkot Serang juga telah melakukan penekanan perda melalui Satpol PP. Termasuk pula melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali dan memasang police line di lokasi tower.

Kalau untuk membongkar tower, tentunya kami harus ada dasar dan biaya. Dasar ini yang kami tunggu dari ombudsman ini. Sebab dasar ini yang akan membuat anggaran untuk pembongkaran. Jadi kalau tidak ada dasar kami tidak bisa membongkar tower itu, sekalipun belum berizin,” ucap dia.

Namun demikian, Pemkot Serang berharap ada mediasi antara pihak perusahaan bersama masyarakat setempat, karena di Kota Serang ada Perda Disinsentif.“Ini apabila warga setempat yang mengaku keberatan mengizinkan, maka akan dikeluarkan izin dari Pemkot Serang,” tutupnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook