Perbaikan Jebolnya Saluran Irigasi Belum Jelas

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:27:52 WIB   |  dibaca: 38 kali
Perbaikan Jebolnya Saluran Irigasi Belum Jelas

JEBOL: Sejumlah warga Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, meyaksikan kondisi irigasi yang jebol, kemarin.

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Saluran irigasi di Kampung Kelapa, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, yang jebol pada Selasa (10/12) lalu, belum jelas kapan perbaikan dilakukan.

Sementara akibat jebolnya saluran irigasi ini menyebabkan pasokan air untuk ratusan hektar sawah di empat kecamatan terganggu.Keempat kecamatan itu adalah Sindang Jaya, Sukamulya, Kronjo, dan Kresek.

Ketua Tim Surveyor Kemen PUPR, Jaya Rahmat mengatakan, sudah mendapatkan informasi tentang irigasi jebol tersebut. Namun demikian, Jaya mengaku, belum mengetahui penyebab tanggul irigasi itu jebol. “Ini musibah dan kita tidak tahu kendalanya apa. Kalau dilihat, kemungkinan ada kebocoran. Ini dibangun awal 2017 sekitar Maret oleh Kementerian PUPR. Kemungkinan karena faktor tanah yang menyebabkan kebocoran sehingga amblas,” katanya melalui telepon, Jumat (13/12).

Jaya menjelaskan, saluran irigasi ini berawal dari aliran Sungai Cidurian yang diperuntukan pengairan persawahan di Kabupaten Tangerang bagian Utara.Saat ditanya rencana perbaikian, Jaya belum bisa memastikan. “Di sini banyak saluran sekunder, ada 3 saluran sekunder. Nanti saya cek pintu air di saluran sekunder, apa ada kerusakan atau tidak. Untuk perbaikan, saya belum bisa memastikan, tentu menunggu arahan pimpinan,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyanto mengatakan, kendati irigasi itu kewenangan pemerintah pusat. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang siap untuk memperbaiki.

“Insyallah, perbaikan irigasi akan dilakukan Senin (14/12) mendatang. Sekarang alat berat sudah diturunkan ke lokasi,” singkatnya.Salah seorang petani asal Desa Sindang Sono, Mukri mengatakan, jebolnya irigasi yang selesai direhab oleh Kemen PUPR pada 2017 itu terjadi pada Selasa (10/12) lalu.

Mukri menduga, tangul irigasi itu jebol karena tidak kuat menahan arus air yang saat itu cukup teras. “Mayoritas area sawah di sini (Kecamatan Sindang Jaya_red), mengandalkan pasokan air dari irigasi ini, bukan air hujan. Tentu dengan jebolnya irigasi berdampak pasokan air jadi tergangu,” kata Mukri kepada wartawan saat menunjukan irigasi yang jebol, Jumat (13/12).

Selain area sawah di Kecamatan Desa Sindang, lanjut Mukri, area sawah di Kecamatan Sukamulya, Kresek, dan Kronjo juga mengandalkan pasokan air dari irigas tersebut. Untuk itu, Mukri berharap, Kemen PUPR segera memperbaiki saluran irigasi yang jebol tersebut. “Kalau tidak segera diperbaiki, saya yakin ratusan hektare sawah terancam kekeringan,” ungkapnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook