Korban Puting Berharap Bantuan Perbaikan Rumah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:42:40 WIB   |  dibaca: 103 kali
Korban Puting Berharap Bantuan Perbaikan Rumah

BUTUH BANTUAN : Sejumlah korban puting beliung asal Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom masih tinggal di tenda penampungan, kemarin.

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Musibah puting beliung yang menerjang lima desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang masih menyisakan kesedihan bagi para korban. Pasalnya, belum ada kabar bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.Bantuan dari Pemkab Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) baru berupa pakaian bekas dan makanan ringan.

Saat ditemui di tenda penampungan, Oji (45), Warga Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, menuturkan saat bencana melanda, angin memporak-porandakan tempat tinggalnya. Rumahnya menjadi salah satu dari puluhan rumah yang mengalami kerusakan paling parah. Kini, Oji bersama anak dan istrinya  tinggal di tenda penampungan dengan ukuran sekitar 3×3. “Di antara bantuan yang paling diharapkan, adalah perbaikan rumah. Tapi sampai sekarang belum mendapat kabar bantuan yang diharapkan itu,” singkat Oji kepada wartawan, Jumat (13/12).

Senada disampikan Oji, warga lainnya, Rosyid (32) mengatakan, tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya. Hal itu dikarenakan dirinya masih trauma dengan kejadian puting beliung kemarin. “Saya bekerja sebagai petani. Sehari kadang dapat Rp60 sampai 70 ribu, gak menentu. Sekarang si yah begini saja. Mau kerja juga masih kepikiran keluarga di sini,” ujarnya.

Rosyid mengaku, sudah ada dari pihak pemerintah desa dan kecamatan yang telah mengunjungi rumahnya dan berencana akan memberikan bantuan renovasi. Rosyid pun merasa berterima kasih dan berharap bantuan tersebut segera  diterima dan terlaksana. “Bilangnya dapat renovasi. Tapi gak tahu kapan. Pengennya dipercepat, sedangkan di sini tidurnya berdesak-desakan. Ya namanya orang ga punya, kalau tidak tinggal di sini mau tinggal di mana lagi,” tujasnya.

Camat Mauk, Arif Rahman membenarkan, korban musibah puting beliung belum mendapat bantuan renovasi rumah. Namun demikain, bantuan yang lain berupa pakaian, makanan ringan dan lainnya sudah disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos). “Saat ini, pendataan masih dilakukan, saya yakin bantuan renovasi rumah ada,” katanya.

Menurut Arif, untuk bantuan pembangunan rumah adalah kewenangan BPBD Kabupaten Tangerang. “Nanti kami akan koordinasikan dengan BPBD agar warga tersebut bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Karena untuk bantuan itu, di kami tidak ada anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Bambang Sapto, mengaku masih menyalurkan bantuan kepada korban puting beliung di Kecamatan Mauk.Menurut Bambang, ada beberapa warga yang saat ini tinggal di tenda penampungan pasca puting beliung. “Saya masih kontrol TKP (Tempat kejadian perkara/lokasi terdampak puting beliung_red), karena ada beberapa warga tinggal di tenda darurat, kami juga sudah menyiapkan dapur makanan,” bebernya.

Saat ditanya bantuan renovasi rumah warga, Bambang enggan menjawab. Sebanyak 216 rumah di lima desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang rusak diterjang angin puting beliung, Kamis (12/12) siang. Selain ratusan rumah rusak, bencana itu juga membuat lima orang warga luka-luka akibat tertimpa genting yang jatuh. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook