Blast Furnace KS Sebabkan Hujan Debu Batubara

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:43:55 WIB   |  dibaca: 137 kali
Blast Furnace KS Sebabkan Hujan Debu Batubara

HITAM : Guru SDN 1 Samangaraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon menunjukkan debu dari material batubara menempel di pagar sekolahnya, Jumat (13/12). Warga Lingkungan Kalantemu, Kelurahan Samangaraya, Kelurahan Citangkil, memperlihatkan debu yang menutupi jalan (foto bawah).

CILEGON, BANTEN RAYA - Warga di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mengeluhkan keberadaan debu hitam pekat yang masuk ke pekarangan dan lingkungan rumah mereka, Jumat (13/12) pagi. Debu berwarna hitam yang menghujani pemukiman warga itu diduga berasal dari pembakaran batubara atau blast furnace PT Krakatau Steel (KS).
Informasi yang diperoleh, beberapa pemukiman di Kecamatan Citangkil, yang terkena dampak debu batubara ini antara lain Kelurahan Samangraya, Warnasari, Deringo, Lebak Denok, dan Kebonsari.

Pantauan Banten Raya, Jumat (13/12) pagi, material debu berwarna hitam tampak jelas di jalanan sekitar Lingkungan Kalentemu, Kelurahan Samangraya. Material debu tersebut juga membuat lantai rumah warga serta kendaraan yang diparkir di luar tampak kotor. Di beberapa rumah di Lingkungan Kalentemu, material debu ketebalannya mencapai satu centimeter (cm). Sejumlah warga juga terlihat mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Ketua RT03/02, Kelurahan Samangraya, Salwani mengatakan, debu dari industri memang sering menghujani wilayahnya. Namun, kejadian kemarin dinilai paling parah. “Sebelumnya sudah ada debu, ini paling parah. Debunya juga tidak hitam, ini debunya hitam kaya batubara," kata Salwani ditemui di rumahnya, kemarin pagi.

Salwani menjelaskan, debu hitam yang menghujani Lingkungan Kalentemu, membuat jalanan tertutup debu, dan lantai di rumah-rumah warga juga kotor. Warga juga khawatir, material debu mengganggu kesehatan. Sebab, beberapa warga juga batuk-batuk akibat debu tersebut. “Kami sudah sampaikan masalah ini ke Kelurahan Samangraya. Kami juga telah meminta warga yang mengalami gangguan kesehatan segera berobat ke Puskesmas Citangkil,” tuturnya.

Banyaknya debu yang beterbangan ke Lingkungan Kalentemu, kata Salwani, diduga karena arah angin mengarah ke Timur. Lingkungan Kalentemu yang berada di sebelah timur PT KS sangat terdampak. “Mungkin wilayah kita yang paling parah, karena paling dekat dengan blast furnace KS,” terangnya.

Ia mengatakan, kejadian hujan debu dari PT KS tersebut, terjadi sejak Kamis (12/12) sore. Namun, warga baru geger pada Jumat (13/12) pagi. “Sore sudah mulai, cuma tidak terlalu parah. Kayaknya dari Kamis malam sampai Jumat pagi itu parahnya, pas pagi-pagi saja warga pada heran lantai rumahnya hitam semua,” ungkapnya.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Samangraya, Muhayanah mengatakan, debu dari PT KS tersebut juga berdampak pada sekolahannya. Saat pagi hari siswa dan guru datang ke sekolah, lantai sekolah sudah kotor penuh debu hitam. “Kami langsung menyapu lantai pas pukul 07.00 WIB itu masuk sekolah. Sampai sekitar pukul 11.00 WIB, sudah nyapu tiga kali karena debunya datang lagi,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, Muhayanah mengaku melarang siswanya beraktivitas di luar kelas. Kejadian tersebut, kata dia, juga sangat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Ia khawatir kejadian tersebut membahayakan siswa-siswi. “Kami juga minta para siswa pakai masker,” tuturnya saat ditemui di SD Negeri Samangraya 1.

Bahayakan Kesehatan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Ujang Iing mengaku telah menginstruksikan Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) yang ada di DLH Kota Cilegon terjun ke lokasi yang terdampak debu blast furnace PT KS. Debu tersebut, berasal dari material batubara yang dinilai membahayakan kesehatan warga.

“Kami sudah terjunkan PPLH ke KS sama ke beberapa lokasi yang terdampak. Ini memang debunya berbahaya jika dihirup, kami sudah minta kelurahan-kelurahan yang terdampak menginstruksikan ke warga untuk mengenakan masker saat aktivitas di luar ruangan,” kata Iing.

Iing mengaku, pihaknya juga menggelar pertemuan dengan manajemen PT KS, Kecamatan Citangkil, serta warga di Kantor Kelurahan Samangraya. Pihaknya masih belum memberikan sanksi atau teguran. “Nanti Senin akan kita panggil KS-nya. Dari hasil lab nanti kami bisa mengeluarkan tindakan. Hasil lab saat ini belum keluar,” ucapnya.

Dihubungi melalu sambungan telepon, General Manajer Security dan KS Buka Pengobatan Gratis General Affair PT KS, Edji Jauhari membenarkan jika debu  batubara yang menghujani sebagian wilayah Citangkil akibat aktivitas di blast furnace PT KS. Debu batubara tersebut akibat adanya penurunan kapasitan dan tekanan berlebih pada mesin blast furnace. “Memang debu batubara warnanya hitam. Itu sejak Jumat (13/12) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Edjie.

Edjie mengaku kejadian tersebut pernah terjadi sebelumnya. Namun, karena arah angin mengarah ke Timur yang banyak pemukiman warga, membuat terlihat parah. “Kita sudah pertemuan di Kantor Kelurahan Samangraya, ada dari DLH, ada dari Kecamatan Citangkil, dari Polsek Ciwandan, dan perwakilan masyarakat, kita jelaskan soal debu tersebut. Dan sekarang (Kemarin sore-red), sudah selesai tidak ada debu lagi,” ujarnya.

PT KS, kata Edjie, juga bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Pihaknya membuka pengobatan gratis dan pembagian masker gratis di Kantor Kelurahan Samangraya. “Kami juga mengerahkan satu mobil tangki air untuk melakukan penyiraman jalan yang debunya tebal,” terangnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook