Tim Juri: Sempurna!

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:49:19 WIB   |  dibaca: 95 kali
Tim Juri: Sempurna!

KIBIN – Penataan lingkungan RW 002, Kampung Panebongcurug, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, dianggap memenuhi semua indikator penilaian Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019. Tim 4 juri LKBA pun menilai, Panebongcurug sempurna menjadi kampung bersih dan aman.

Pantauan Radar Banten, Jumat (13/12), sambutan untuk tim juri saat penilaian tak kalah dengan penyambutan saat penilaian tahap pertama. Penyambutan tim juri untuk penilaian kedua lebih menarik.

Saat tiba di gapura Panebongcurug, tim juri disambut dengan bermacam kreasi warga. Menariknya, tak kurang dari 20 anak memeragakan tim juri yang terdiri dari unsur Pemkab Serang, Polda Banten, Korem 064/Maulana Yusuf Serang, dan Radar Banten. Mereka mengenakan seragam yang mencirikan seorang ASN, polisi, TNI, dan Radar Banten. Dan secara khusus, anak-anak ini memberikan karangan bunga kepada tim juri.

Tim juri langsung mengawali tugasnya dengan mengunjungi pos ronda utama yang dibangun warga Panebongcurug tak kurang dari sebulan. Kemudian, tim juri melihat ternak ikan lele yang memanfaatkan saluran air di pinggir kampung, spot swafoto berbentuk perahu, rumah pohon cinta, saung kreatif, saung baca, taman bermain, apotek hidup, dan pos ronda RT 03.

Tim juri lalu ke lingkungan RT 05. Di pos ronda, tim juri kembali disambut dengan penampilan seni bendrong dan pencak silat di area taman anak yang tak jauh dari pos ronda. Kondisi taman anak berbeda dibandingkan saat tim juri datang kali pertama. Kini, taman anak ini lebih asri.

Bak penampilan kolosal, tim juri diiringi warga Penebongcurug ketika menuju lingkungan RT 02. Sambutan nuansa religi terasa di lingkungan yang dikenal daerah santri itu. Penampilan seni marawis membuat suasana semakin meriah.Kunjungan tim juri terakhir, di pos ronda RT 04. Di tempat itu, tim juri disambut dengan penampilan kesenian angklung.

 

Tak jauh dari pos ronda RT 04, ada tempat penampungan sampah sementara (TPSS) dan lokasi pengolahan sampah menjadi kompos.

Area pos ronda RT 04 menjadi pusat titik kumpul warga. Ratusan jumlahnya. Riuh suara membuat tim juri bersemangat kendati telah berjalan kaki tak kurang dari satu kilometer saat melakukan penilaian.

Mewakili tim 4, Kompol Alimuda Pulungan menilai, Panebongcurug berubah. Jauh lebih baik dibandingkan saat timnya melakukan penilaian tahap pertama. “Kalau dinamakan sempurna sudah cukup sempurna,” tegasnya saat berbincang dengan Radar Banten. “Kategori sempurna, apalagi dilihat dari pos kamlingnya menggunakan handy talky yang dipusatkan di pos Induk. Mudah-mudahan dipertahankan. Ke depan, semua RW bisa mengikuti,” sambungnya soal keamanan lingkungan Panebongcurug.

Koordinator tim 4 Nasir Al Afghani menambahkan, semua indikator penilaian LKBA telah dipenuhi Panebongcurug. “Tahap pertama memang ada kekurangan sedikit lagi. Tapi, sekarang terpenuhi. Saya kira untuk tahap kedua sudah masuk indikatornya dan menjadi contoh di Kabupaten Serang,” ungkapnya.

Nasir pun mengapresiasi kehadiran warga Panebongcurug saat penilaian. Ia menyebutkan, jumlahnya tak kurang dari 800 orang. Kehadiran warga itu jauh lebih banyak dan meriah dibandingkan penilaian tahap pertama.

Kepala Desa Nambo Ilir Syahriudin menjelaskan, hasil akhir penataan Panebongcurug berdasarkan ide warganya. “Kalau tanda-tanda juara, saya berterima kasih banyak. Semoga saja, ke depan kekompakan ini selalu terjalin,” harapnya.“Kami ucapkan kepada seluruh warga Panebongcurug dan Pemkab Serang, semoga ke depan tetap ada (LKBA-red), karena memang kita susah membangun gotong royong,” imbuhnya.

Camat Kibin Imron Ruhyadi mengapresiasi respons, kekompakan, dan kerja sama warga Panebongcurug. Ia pun melihat ada beberapa inovasi yang dilakukan. Di antaranya ternak lele. “Harapannya, mudah-mudahan Nambo Ilir jadi juara satu,” tandasnya. (fdr/don/ira)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook