Warga Diimbau Waspada DBD

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:20:36 WIB   |  dibaca: 29 kali
Warga Diimbau Waspada DBD

PENGASAPAN: Petugas melakukan pengasapan guna membunuh nyamuk penyebab demam berdarah dengue di Kompleks Safira, Sepang, Senin (13/1).

SERANG, BANTEN RAYA- Memasuki musim hujan, warga di Kota Serang diminta mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Meski demikian, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menunjukkan belum ada kasus demam berdarah yang tercatat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes) Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan bahwa pasca hujan turun, air hujan yang tertampung benda padat bisa menjadi tempat nyamuk aedesagepty bersarang dan bertelur. Sehingga populasi nyamun penyebab demam berdarah dengue ini sangat tinggi. “Masyarakat harus mewaspadai potensi bemam berdarah,” kata Ratu, Senin (13/1).

Ratu mengatakan bahwa saat ini ada beberapa warga yang meminta dinas kesehatan melakukan pengasapan (fogging) di wilayah mereka karena khawatir ada banyak nyamuk aedesagepty. Bagi warga yang ingin ada pengasapan bisa menghubungi puskesmas setempat, meski obat untuk pengasapan memang ada di dinas kesehatan.“Untuk pengasapan tidak ada biaya alias gratis,” kata Ratu.

Ratu mengungkapkan bahwa di daerah yang tidak terjadi kasus demam berdarah, maka biasanya dilakukan secara swadaya. Uang yang diberikan kepada petugas penyemprotan asap adalah uang lelah bukan biaya pengasapan karena obat pengasapan sesungguhnya gratis.“Kalau ada kasus DBD, maka langsung difogging dan gratis,” katanya.

Sementara itu, warga di RT 4, RW 6 Kompleks Safira melakukan pengasapan di lingkungan mereka untuk membunuh nyamuk penyebab DBD. Pengasapan dilakukan sampai ke dalam rumah warga pengasapan fogging hingga ke tiap titik sudut ruangan rumah warga yang bisa berpotensi menjadi tempat bersanrangnya jentik nyamuk.

Ketua RT 4, RW 6 Kompleks Safira Anas Nafsin mengatakan bahwa selain bagian dalam rumah, saluran drainase, tempat sampah, hingga kolam milik warga tidak luput dari pengasapan. Pengasapan bersumber dari swadya masyarakat sambil gotong royong membersihkan drainase dan rumput liar.“Kami bersihkan semua tempat yang berpotensi menjadi saran nyamuk,” kata Anas. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook