Direktur PT Bahari Mas Dituntut 13 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:25:37 WIB   |  dibaca: 183 kali
Direktur PT Bahari Mas Dituntut 13 Tahun Penjara

MENUNGGU: Terdakwa Andi Gouw tengah menunggu jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, dengan agenda pembacaan pembelaan.

SERANG, BANTEN RAYA- Direktur PT Bahari Mas Andi Gouw yang menjadi terdakwa kasus korupsi di Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraan (Bapelkes) PT Krakatau Steel (KS) dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Negeri Serang pekan lalu.

JPU Kejaksaan Agung Ruri Febrianto mengatakan, terdakwa Andi Gouw terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan primer. "Tuntutannya Senin (6/1) kemarin. Tuntutan pidana penjara selama 13 tahun dan membayar denda Rp 500 juta subsidernya 6 bulan kurungan," kata Ruri kepada Banten Raya saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (13/1).

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Emy Tjahjani Widiastoeti menjelaskan, terdakwa Andi Gouw juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 25 miliar. Apabila tidak dapat mengembalikan selama satu bulan setelah putusan inkrah, maka harta benda milik terdakwa dapat disita untuk selanjutnya dilelang.

Bila tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara 6,6 tahun penjara."Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan," jelasnya.

Untuk diketahui, kasus ini telah menyeret tiga nama. Di antaranya, terpidana Ryan Anthoni selaku Dirut PT Novagro Indonesia dan PT Lintas Global Nusantara. Dia telah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim selama 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan penjara pada Oktober 2018 lalu. Ryan dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Kemudian, kasus ini juga menjerat nama Ketua Yayasan Bapelkes KS Herman Husodo. Ia divonis 10 tahun dan denda Rp 250 juta subsider kurungan 4 blan penjara. Lalu terpidana Triono yang menjabat sebagai Manajer Investestasi divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan penjara. Keduanya dinyatakan telah terbukti secara sah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU tipikor jo pasal 55 ayat (1) jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam fakta persidangan, terdakwa Andi Gouw turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum yaitu menerima investasi kekayaan Bapelkes Krakatau Steel untuk pembiayaan perdagangan dan penjualan batubara sebagaimana surat perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO).

Bahwa perbuatan tersebut diatas mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 25 miliar sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana prokespen pada Yayasan Bapelkes (KS) tahun 2013-2014 yang digunakan untuk KSO antara Yayasan Bapelkes Krakatau Steel dan PT Bahari Megamas. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook