Belasan Rumah Terancam Ambruk

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:27:40 WIB   |  dibaca: 74 kali
Belasan Rumah Terancam Ambruk

BERPOTENSI AMBRUK: Salah satu rumah di Lingkungan Lemah Abang, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen yang berpotensi ambruk, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Belasan rumah di Lemah Abang, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen yang dibangun menggunakan bata mentah terancam ambruk saat musim hujan seperti ini. Sebab bata mentah akan lembek ketika terus-menerus terendam air.

Lurah Warung Jaud Safuri mengatakan bahwa pengurus RT dan Kelurahan Warung Jaud sudah mendata jumlah rumah yang bangunannya terbuat dari bata mentah dan terancam ambruk. Hasilnya, kurang lebih ada 15 rumah yang tidak layak huni dan terancam ambruk.“Rumahnya terbuat dari batu bata mentah, tanah liat, dan tidak adan pondasinya,” kata Safuri, Senin (13/1).

Safuri berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Serang bisa membantu belasan rumah yang terancam ambruk ini agar lebih layak. Apalagi pemilik rumah memang secara ekonomi berada di kelas bawah.“Mudah-mudahan segera ada bantuan,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala DPRKP Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan bahwa bantuan untuk rumah tidak layak huni baru bisa diajukan tahun ini dan akan mendapatkan realisasi di tahun depan. Meski demikian, dari belasan rumah yang terancam ambruk di Warung Jaud belum dapat dipastikan berapa di antaranya yang akan mendapatkan bantuan dana rehabilitasi rumah tidak layak huni dari pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan memberikan bantuan rumah swadaya kepada ratusan warga Kota Serang di enam kecamatan. Mereka yang mendapatkan bantuan adalah warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Warga yang mendapatkan bantuan rumah swadaya dari pemerintah pusat akan mendapat bantuan Rp 17,5 juta untuk membangun rumah yang tidak layak menjadi layak.“Kami perkirakan total ada 180 lebih rumah tidak layak huni dan jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, ia meminta pemerintah setempat untuk menyerahkan data secara valid belasan rumah di Lemah Abang itu kemudian diserahkan ke Pemkot Serang melalui DPRKP. Pihak DPRKP kemudian akan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR agar belasan rumah itu mendapatkan bantuan. “Kriteria rumah tidak layak huni yang akan mendapat bangtuan di antaranya rumah tidak berdiri di atas tanah pemerintah dan bangunan serta tanah harus milik pribadi pemilik rumah,” katanya.

Menurut Iwan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana menambah kuota penerima program RTLH. Penambahan kuota ini akibat banyaknya rumah roboh yang terjadi pada musim hujan awal 2020 ini.

Meski demikian, Iwan mengaku dirinya masih belum bisa menyebutkan jumlahnya secara terperinci.“Untuk jumlah rumah tepatnya belum bisa saya infokan, karena besok baru saya akan evaluasi. Mengingat banyaknya rumah roboh karena kejadian kemarin,” kata Iwan.

Ia menyebutkan, selain kuota penerima program RTLH dari Pemkot Serang mengalami peningkatan jumlah, Pemkot Serang pun mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk mengentaskan persoalan RTLH.“Ya ada penambahan dari tahun lalu. Ada juga program dari pusat terkait bantuan untuk rumah swadaya,” sebut dia.

Iwan mengaku bahwa saat ini pihaknya telah memegang data mengenai warga calon penerima bantuan program RTLH di setiap kecamatan. Namun, data tersebut akan dilakukan evaluasi untuk menentukan penerima prioritas.“Data sudah ada di kami, dan prioritas data terkait yang sudah diprogramkan. Hampir semua kecamatan mendapatkan bantuan RTLH pada tahun ini,” akunya.(tohir/harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook