Perusahaan Diminta Normalisasi Sungai

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:32:05 WIB   |  dibaca: 72 kali
Perusahaan Diminta Normalisasi Sungai

RAPAT KOORDINASI : Pemkab Serang bersama dengan masyarakat Bojonegara dan pihak PT BAM menggelar rapat penanganan banjir di Kecamatan Bojonegara, Senin (13/1).

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar pertemuan dengan perwakilan masyarakat Bojonegara serta anggota DPRD Kabupaten Serang untuk membahas penanganan persoalan banjir di Kecamatan Bojonegara, yang disebabkan penyempitan sungai dan sedimentasi sungai Gedong serta beberapa saluran air lainnya yang mengalami penyempitan.

Dari hasil rapat itu disepakati bahwa perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Bojonegara khususnya di yang ada di Desa Margagiri, Bojonegara, Ukirsari, dan Pengarengan diminta bekerjasama untuk melakukan normalisasi sungai dan membuat Sapo-Dam di bawah kaki gunung yang dijadikan tempat penambangan batu.

“Kita sudah rapat dengan masyarakat Bojonegara dan perusahaan PT BAM (Batu Alam Makmur) group. Ini pembahasan terkait dengan banjir air yang meluap di Kecamatan Bojonegara terutama di Desa Bojonegara dan Margagiri. Tadi (kemarin-red) ada beberapa kesepakatan, bahwa ini harus diselesaikan dari hulu sampai hilir,” kata Bupati Serang Rt Tatu Chasanah di pendopo Bupati Serang, Senin (13/1).

Ia menjelaskan, untuk penanganan dari hulu yang menjadi tempat penambangan batu harus dibuatkan Sapo-Dam, sedangkan untuk hilir perlu adanya revitalisasi sungai Gedong. “Tadi (kemarin-red) kita lihat gambar sungai-sungai yang ditayangkan melalui video dari keterangan warga dulu lebarnya 12 meter tapi sekarang ada yang hanya 3 meter. Saya minta aliran sungai dari hulu sampai hilir lebarnya harus sama,” tuturnya.

Kemudian untuk jembatan di sungai Gedong yang lebarnya lima meter, pihaknya telah berkomunikasi dengan Satuan Kerja (Satker) Kementerian PUPR bahwa jembatan tersebut perlu dilakukan pelebaran. “Mudah-mudahan dengan upaya ini masalah banjir di Bojonegara bisa teratasi,” harapnya.

Adapun terkait dengan persoalan anggaran, Tatu menjelaskan, pada tahun berjalan baik Pemkab Serang, provinsi, maupun pusat tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak memiliki anggaran. “Untuk anggaran kita akan mencari solusi mengajak duduk bersama para pengusaha yang punya galian, nanti kebutuhan anggaran dihitung bersama-sama oleh dinas PU (DPUPR-red) dan Satker kemudian kita sampaikan hasilnya ke pengusaha,” paparnya.

Tatu berharap, para pengusaha di Kecamatan Bojonegara bisa memenuhi semua kebutuhan anggaran untuk kegiatan normalisasi sungai dan pembuatan Sapo-Dam tersebut. “Kalau biaya yang besar dan perusahaan duduk bersama insya Allah rasanya bisa (mampu-red). Tugas kami akan mengundang pihak perusahaan dan kepala desa setelah kebutuhan anggaran selesai dihitung,” katanya.

Perwakilan PT BAM Lendi mengaku, pada prinsipnya pihaknya bersedia untuk mengatasi masalah banjir dengan melakukan normaliusasi sungai dan membuat Sapo-Dam dengan syarat semua perusahaan yang ada di sekitar Desa Bojonegara dan Desa Margagiri diberi tanggungjawab yang sama.

“Kita setuju saja asal tidak hanya PT BAM saja yang diberikan tanggungjawab. Kalau hanya PT BAM kami keberatan. Kami dari tanggal 7 Januari sudah melakukan normalisasi dari ujung kali Bugem sampai ke laut, sekitar 1,2 kilometer,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook