Polda: Pemprov Banten Lamban

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:41:41 WIB   |  dibaca: 75 kali
Polda: Pemprov Banten Lamban

RAPAT : Danrem 064/ MY Kolonel Inf Windiyatno dan Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Amiluddin Roemtaat memimpin rapat di Mapolda Banten, Senin (13/1).

SERANG, BANTEN RAYA - Meski Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) sudah menyegel tiga blok penambangan emas ilegal di Desa Cidoyong, Desa Cijulang, dan Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, namun penyebab banjir bandang dan longsor hingga kini belum bisa disimpulkan.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Amiluddin Roemtaat mengatakan setelah melakukan penelusuran lokasi tambang emas ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak, tidak ada tanda-tanda bekas longsor di area penambangan emas.

"Saya belum temukan (longsor di lokasi tambang), tapi karena ada informasi dari Pak Siswoyo (Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Lebak TNGHS Siswoyo) kita akan cek lagi ke lapangan dan titik koordinatnya dimana. Kalau di wilayah kita, akan kita akui (penyebab longsor dan banjir bandang)," katanya usai menggelar rapat tertutup sejumlah stakeholder di Mapolda Banten, Senin (14/1).

Roemtaat mengungkapkan, dengan adanya informasi tersebut, Satgas PETI rencananya akan kembali mengecek lokasi penambangan emas ilegal yang diduga mengalami longsor tersebut. Pihaknya juga akan dibantu oleh alat canggih dari Mabes Polri. "Kita hanya mengecek wilayah-wilayah penambangan liar dan sudah kita cek.

Rupanya ada satu lagi spot ada longsoran, katanya masuk wilayah Lebak. Saya tidak mau pakai drone saya pengen cek lokasi dan titik koordinat. Kita pakai alat mabes Polri jadi bisa ketauan titik koordinatnya," ungkapnya.

Roemtaat menyoroti peran Pemerintah Provinsi Banten yang lamban dalam mencari penyebab banjir. "Makanya saya minta kepada kepala dinas segera sampaikan, sebetulnya perintah Presiden itu secara berjenjang kepada Gubernur, cuma didroping sama Pangdam dan Kapolda Banten," tegasnya.

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan, banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayahnya bukan hanya disebabkan oleh penambangan emas. "Yang kita lihat bahwa itu hanya salah satu penyebab saya, banyak yang lain. Kita nggak tahu (jumlah tambang), kita baru cari penyebab sebenarnya," ujarnya.

Ade menambahkan banjir bandang di aliran sungai Ciberang, Cidurian dan Cimangeungteung hulunya ada di TNGHS. Namun untuk lokasi bencana terparah di wilayah Cigobang dan Cinyiru tidak ada aktivitas pertambangan. "Di situ paling parah, dan nggak ada PETI. Kok kenapa longsor. Itu bukan salah satu penyebab saja. Penyakitnya harus tahu dulu sehingga runtutannya jelas. Kita ingin tau secara detail penyebabnya," tambahnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook