Rumdin Baru Gubernur Rp 19 M

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Januari 2020 - 14:48:17 WIB   |  dibaca: 85 kali
Rumdin Baru Gubernur Rp 19 M

SERANG, BANTEN RAYA- Pemprov Banten tahun 2020 ini akan membangun rumah dinas (rumdin) baru untuk Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy. Pemprov menyiapkan alokasi anggaran sampai Rp 19 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar saat ditemui usai rapat pimpinan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin  (13/1), menjelaskan bahwa rumah dinas baru ini direncanakan dibangun di kawasan Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang. “Jadi pimpinan itu kan ada tiga, bisa (untuk) Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur dan bisa juga Pak Sekda. Soal lokasi kemungkinan ada di Boru,” kata Yanuar.

Yanuar membenarkan alokasi pembangunan rumah dinas baru tersebut akan menelan alokasi APBD Banten tahun anggaran 2020 antara Rp 15 miliar hingga Rp 19 miliar.  “Kemarin kan kita rencanakan di (dekat) Sport Center, dan anggaran pembebasan lahannya juga sudah kita siapkan Rp 6 miliar. Tapi kemungkinan anggaran (pembangunan) itu bisa berkurang, karena lahannya kan di Boru, jadi enggak pake pembebasan lahan. Itu kan lahan pemerintah,” jelasnya.

Yanuar mengaku bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun dokumen lelang untuk pembangunan rumah dinas pimpinan. Saat ini, menurutnya, sedang dalam proses penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri). "Ya, nanti setelah itu direview oleh satgas,” katanya.

Ditanya berapa luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah dinas baru tersebut, Yanuar mengaku tidak hafal. “Kalau luas teknisnya saya nggak hafal,” kilahnya.
Sekda Banten Al Muktabar saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui jika ada rencana pembangunan rumah dinas pimpinan, baik untuk Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda.

Khusus untuk rumah dinas Sekda, ia mengaku tidak pernah mengajukan pembangunan rumah dinas baru. “Rumah dinas baru mana? Enggak ada. Sekda enggak pernah (ajukan) bikin rumah dinas baru. Enggak ada, enggak ada. Sekda enggak pernah ajukan itu juga,” kata Muktabar kepada wartawan.

Ia juga mempertanyakan pembangunan rumah dinas untuk sekda. Ia juga mengaku sudah cukup dengan rumah dinas yang ditempati sekarang, meski ada sedikit kendala terkait biaya sewa. “Rumah (dinas) di sana kan selalu diprotes (sewa). Makanya kita cek berapa layaknya. Lalu kalau memang sesuai aturan dan memungkinkan diperpanjang yah diperpanjang. Kalau tidak yah enggak usah nyewa di tempat lain,” katanya.

Bahkan dirinya mengaku siap untuk menyewa tempat kos untuk ditinggali selama menjabat sebagai Sekda Banten. “Atau saya kos saja. Susah amat. Masak-masak sendiri juga. Saya bingung juga soal diprotes (sewa). Kan saya datang sudah ada, kalau enggak dimanfaatkan sayang juga kan. Satu lagi saya tegaskan, enggak ada (pengajuan) rumah dinas sekda itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membenarkan terkait rencana pembangunan rumdin gubernur dan wagub dalam satu lokasi. Dia juga tak menampik sejak dilantik pada 2017, dirinya belum menerima fasilitas rumdin tapi juga tak pernah memermasalahkannya. “Selama ini kalau untuk fasilitas rumah dinas enggak ada. Rumah sendiri saja, kan ada rumah di Serang, Alhmadullillah,” kata Andika.

Namun Andika menilai, secara kelembagaan sebagai kepala daerah dirinya juga berhak mendapatkan fasilitas tersebut. “Kalau kebutuhan yang melekat di posisi jabatan kan harusnya segera juga. Karena kan rumah dinas itu juga salah satu fasilitas bagi kepala daerah untuk menunaikan kinerjanya lebih maksimal lagi. Kan tidak setiap saat kita harus di sini (kantor gubernur dan wagub) juga,” katanya. (rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook