Sering Sebabkan Banjir, Kali Medaksa Sebrang Dibersihkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 10:33:49 WIB   |  dibaca: 53 kali
Sering Sebabkan Banjir, Kali Medaksa Sebrang Dibersihkan

KERJABAKTI : Warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak membersihkan tumpukan sampah dan tanah di Kalu Medaksa Sebrang, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Banyaknya tumpukan sampah dan pendangkalan menyebabkan Kali Medaksa Sebrang menjadi salah satu faktor banjir di Lingkungan Baru, Lingkungan Lahar Mas dan Lingkungan Bumi Waras Lingkungan Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak.
Pemerintah Kecamatan Pulomerak bersama warga Kelurahan Tamansari mengadakan kerjabakti membersihkan tumpukan sampah dan normaliasi kali.

Camat Pulomerak, Muhammad Hatta menyampaikan, pembersihan sampah dan normalisasi tersebut agar aliran sungai atau Kali Medaksa menjadi lancar, sehingga pada saat hujan datang air tidak meluap ke pemukiman seperti beberapa waktu lalu yang hampir merendam 600 rumah.“Ini menjadi salah satu faktor penyebab (banjir-red). Untuk itu saya, lurah (Edi Sugara-red) bersama warga melakukan pembersihan kali,” katanya saat menghubungi Banten Raya, Selasa (14/1).

Hatta -panggilan akrab Muhammad Hatta, menyatakan, usai normalisasi diharapkan warga memiliki kesadaran dengan tidak membuang sampah ke kali. Sebab, bisa mengakibatkan banjir di sejumlah lingkungan.

Pihaknya, imbuhnya, juga akan terus secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan kali yang cukup rentan menyebabkan banjir karena luapan air yang tidak mengalir.“Kami beharap kesadaran warga bisa meningkat. Ini menjadi penyebab sehingga harus dihindari membuang sampah ke kali. Harus dijaga bersama-sama jangan sampai merugikan masyarakat secara luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Tamansari, Edi Sugara menjelaskan, kedepannya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon untuk menurunkan alat berat guna normalisasi. Hal itu, karena normalisasi tidak bisa menggunakan tenaga manual.“Jika pakai tenaga orang tidak akan maksimal butuh alat berat. DPUTR sudah melakukan kros cek lapangan tinggal pelaksanan, dan diharapkan segera,” ungkapnya.

Dengan upaya normaliasi, ujar Edi, diharapkan bisa meminimalisir kondisi banjir, Pun Demikian yang paling dihindari ialah adanya air pasang dari laut saat hujan, sehingga diharapkan ada solusi jangka panjang untuk wilayah sepanjang bantaran atau waduk Kali Medaksa Sebrang.“Sebenarnya kalau sudah pasang itu bisa tambah parang. Namun dengan normaliasi diharapkan bisa meminimalisir dampak luapan air. Jangka panjang harus ada solusinya,” imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook