PT SRI Klaim Perekrutan Karyawan Prosedural

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 10:34:58 WIB   |  dibaca: 115 kali
PT SRI Klaim Perekrutan Karyawan Prosedural

DENGAR PENDAPAT : Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Kota Cilegon bersama PT SRI, Warga Gunungsugih, dan Disnaker Cilegon, Selasa (14/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Setelah sebelumnya mangkir dalam rapat dengar pendapat DPRD Cilegon, manajemen PT Sythetic Ruber Indoensia (SRI) akhirnya hadir pada rapat dengar pendapat kedua, Selasa (14/1).Dalam rapat tersebut, perusahaan pembuat karet sintetis tersebut mengklaim perekrutan karyawan telah sesuai prosedural.

Hal itu diungkapkan Direktur PT SRI, Marsosan Wiguna. Kata dia, perekrutan untuk karyawan PT. SRI telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada di PT SRI, dimana dalam prosedur perekrutanya harus diliat dari kompetensi yang dibutuhkan oleh PT SRI dan dilakukan secara normal.

Wiguna menyampaikan, perekrutan karyawan di PT SRI telah dilakukan sudah cukup lama. “Dari 177 orang yang diterima tersebut akan ditempatkan di beberapa tempat kerja yang berbeda mulai dari perawatan, produksi dan lain sebagainya.

Rata-rata merupakan lulusan Sarjana (S1),” ungkapnya, dalam rapat dengar pendapat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, perwakilan Warga Gunungsugih, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon.

Sementara itu, warga Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Ciwandan mengancam akan menggeruduk PT SRI, jika tuntutan warga untuk dipekerjakan di perusahaan itu tidak diakomodir. “Ketika pabrik beroperasi katanya mau membuka lowongan pekerjaan secara transparan, tapi tidak. Setelah pabrik beroperasi kami masyarakat ditinggalkan. Kami akan demo kalau tidak digubris,” kata Mashuli.

Mashuli menegaskan, tuntutan warga Gunungsugih untuk bisa bekerja di PT SRI dinilai wajar. Sebab, Gunungsugih menjadi lokasi pabrik PT SRI dan ketika perusahaan beroperasi warga Gunungsugih yang pertama terkena dampaknya sebagai lingkungan terdekat. “Ketika kita tanya ke PT SRI, katanya ada enam orang warga Gunungsugih yang bekerja di sana (PT SRI), tapi kami minta nama dan alamatnya. Masa dari ratusan orang yang kerja hanya enam, ini kan sangat minim,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Masduki mengatakan, sangat mendukung aspirasi warga Gunungsugih yang menginginkan dipekerjakan di PT SRI. Jika jumlah operator ada 100 orang, minimal 50 orang itu warga Gunungsugih atau Cilegon. “Kami minta ketika rekrut pegawai lagi, harus memrioritaskan warga sekitar. Kami tunggu sampai akhir Januari, kalau tidak masyarakat akan demoa kita tidak bisa melarang, selama tidak melanggar aturan,” jelasnya.

Masduki mengapresiasi kepada warga Gunungsugih yang menyampaikan keluhan ke lembaga legislatif tidak main hakim atau dengan cara kekerasan. “Kami akomodir keinginan warga, kami dampingi langkah warga agar bisa terjalin komunikasi yang baik antara warga dan industri,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook