RSUD Naikkan Tarif Rawat Inap

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 10:37:57 WIB   |  dibaca: 69 kali
RSUD Naikkan Tarif Rawat Inap

Rombongan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon saat meninjau Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Selasa (14/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon akan manikkan biaya tarif rawat inap bagi pasien umum dan BPJS sebesar 30 persen per malam dari tarif yang berlaku saat ini. Kenaikan tarif itu akan segera diberlakukan mulai Februari 2020.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cilegon, Meisrusi mengatakan, kenaikan tarif tersebut dilakukan lantaran sudah 11 tahun tarif perawatan RSUD Cilegon tidak mengalami kenaikan. “Kenaikan untuk Kelas III, yang tadinya sekitar Rp 23 ribu (Per malam), Kelas II Rp 40 ribu dan Kelas I Rp 60 ribu, itu akan mengalami kenaikan masing-masing 30 persen,” kata.

perempuan yang biasa disapa Dokter Mei ini, kepada anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Ruang Rawat Inap dan Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cilegon, Selasa (14/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mei menjelaskan, kenaikan tarif rawat inap itu diperuntukkan bagi pasien umum dan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Bagi pasien BPJS Kesehatan, kata dia, tentu akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Kalau pasien BPJS kelas III, mau naik kelas di ruang perawatan kelas II, tentu akan membayar tambahan kenaikan kelasnya itu,” terangnya.

Menurut Mei, kenaikan tarif rawat inap itu juga akan dibarengi dengan perbaikan pelayanan. Pihaknya berkomitmen akan meningkatkan pelayanan dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), maupun infrastruktur di RSUD Cilegon. “Bayangkan, untuk makan tiga kali sehari, listrik, dan yang lainnya, itu sangat murah sekali. Dibandingkan dengan di rumah sakit swasta jauh diatas itu tarifnya,” ujarnya.

Mei juga menyampaikan kebutuhan anggaran RSUD Cilegon kepada Komisi II DPRD Kota Cilegon. Meski berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Cilegon butuh perhatian Pemkot Cilegon untuk pembayaran listrik dan air.

Kebutuhan pembayaran listrik dan air selama setahun sekitar Rp 5 miliar. “Kebutuhan pembayaran listrik dan air karena saat ini BPJS Kesehatan sering nunggak bayarnya ke kita. Sementara kebutuhan listrik dan air kan harus selalu ada. Sekarang saja klaim yang dibayarkan BPJS terakhir baru sampai September 2019, ini memberatkan kita,” kata Mei.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Faturohmi mengatakan, kenaikan tarif tersebut dinilai wajar, karena disesuaikan dengan kondisi saat ini. Namun, Ia meminta agar pelayanan di RSUD Cilegon ditingkatkan baik dari fasilitas maupun kualitas SDM. “Kalau untuk kelas kan dibedakannya dari jumlah pasien, bukan dari fasilitas.

Jadi, kami minta agar semua ruang itu dipasang pendingin ruang agra nyaman. Sebab, kalau tidak nyaman orang yang sakit bukannya sembuh malah bisa tambah sakit. Begitu juga kepada tenaga kesehatan untuk melayani sepenuh hati, dengan senyum, salam, sapa, dan sopan. Jangan jutek,” pintanya.

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini juga mengaku akan mendorong permintaan RSUD Cilegon untuk penambahan anggaran, agar pembayaran listrik dan air bisa dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon, bukan dari BLUD. “Memang keterlambatan pembayaran klaim BPJS hampir merata dirasakan rumah sakit lain juga. Kami akan dorong agar ada penganggaran seperti pembayaran listrik dan air, serta pembangunan gedung baru RSUD Cilegon,” ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook