Kepala Desa Pajagan Disomasi

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 10:58:38 WIB   |  dibaca: 249 kali
Kepala Desa Pajagan Disomasi

SOMASI: Advokat Kantor Hukum Jimi Siregar dan Partners, Jimi Siregar (kanan) menyerahkan surat somasi kepada Kades Pajagan Dudung di kantor desa, Selasa (14/1). Somasi dilayangkan karena Kades Pajagan menandatangani akta jual beli (AJB) tanah milik kliennya yang sedang sakit stroke.

LEBAK, BANTEN RAYA- Kantor Hukum Jimi Siregar dan Partners (JSP) melayangkan surat somasi terkait sengketa lahan kepada Kepala Desa Pajagan dan Camat Sajira. Surat somasi diberikan agar kades Pajagan dan Camat Sajira tidak menandatangani akta jual beli (AJB) atau peralihan hak tanah milik Ali Rahman yang berada di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira karena dikarenakan pemilik atas nama Ali Rahman sedang dalam keadaan sakit, tidak cakap untuk melakukan tindakan-tindakan hukum termasuk jual beli.

"Surat somasi pertama dilayangkan pada September lalu, dan hari ini (kemarin) kita layangkan kedua kalinya. Karena kami terima informasi bahwa tanah statusnya masih bersengketa diperjualbelikan bahkan sudah diterbitkan AJB," ujar Advokat Kantor Hukum Jimi Siregar dan Partners Jimi Siregar kepada Banten Raya, di Kantor Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Selasa (14/1).

Jimi mengungkapkan, tanah yang masih dalam sengketa merupakan milik Ali Rahman yang berada di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. Diduga tanah itu diperjualkan oleh istri keduanya tanpa persetujuan ahli waris dan Ali Rahman sendiri karena sedang sakit stroke.

"Oleh karena itu kami yang mewakili ahli waris hendak melakukan pemblokiran sekaligus memberitahukan kepada Kades Pajagan dan Camat Sajira untuk tidak menandatangani dan atau membuat persetujuan atas segala bentuk peralihan (jual beli atau gadai) tanah milik Ali Rahman dikarenakan sedang dalam keadaan sakit stroke. Sehingga tidak cakap untuk melakukan tindakan-tindakan hukum termasuk jual beli tanah," katanya.

Jimi menegaskan, pihaknya tidak akan segan menyeret orang-orang yang terlibat dalam penjualan tersebut. "Apabila dikemudian hari kami menemukan adanya tindakan-tindakan melawan hukum yang merugikan kepentingan klien kami, dengan terpaksa kami akan melakukan upaya hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Lebih lanjut, Jimi mengungkapkan, dirinya melayangkan surat somasi karena mewakili tiga orang anak kandung Ali Rahman atas nama Ali Rahman Hakim, Irman Maulana, dan Indri Rahmawati. Ketiganya bertindak dalam kedudukannya selaku anak kandung.

"Mereka telah memberikan kuasa kepada kami untuk menjaga tanah tersebut agar tidak diperjualbelikan. Karena yang menjual ini bukan ayah kandungnya tetapi oleh ibu tirinya, sehingga anaknya tidak terima dan menguasakan kepada kami agar diselesaikan secara hukum," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pajagan Dudung mengakui bahwa belum lama ini dirinya sudah menandatangani AJB tanah milik Ali Rahman. "Saya mau menandatangani karena AJB dibawa oleh anggota dewan (salah satu anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2019-2024). Terus anggota dewan meyakinkan bahwa tanah itu tidak dalam bermasalah karena ditunjukin juga fotonya ada pembeli dan pemilik tanah (Ali Rahman), jadi saya tandatangani," katanya.

Dudung mengaku bahwa sebelumnya dirinya tidak berani tanda tangan karena memang sudah mendapat surat somasi pertama. "Namun karena diyakinkan oleh anggota dewan dengan menunjukan foto-fotonya, ya saya tandatangani," katanya.

Ketika ditanya dalam AJB itu atas nama siapa yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Kades Dudung mengungkapkan nama PPAT-nya masih pakai nama Camat Sajira yang lama, Apip. "Nama Camat yang lama (mantan Camat Sajira Apip). Bukan yang sekarang  (Camat Sajira sekarang Rahmat). Kalau saya lihat di AJB, camat lama yaitu Pak Apip belum tanda tangan," katanya.

Sementara itu, Kasi Trantibum Kecamatan Sajira Madtoni menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan AJB tetapi pada Agustus 2019. "AJB itu belum ditandatangani oleh camat saat itu masih dijabat Pak Apip. Camat baru juga tidak menandatangani, jadi AJB itu bulan Agustus tahun lalu," katanya.

Sekretaris Camat Sajira Sujai menuturkan, berdasarkan sepengetahuannya, Camat Sajira yang baru belum pernah menandatangani AJB. "Dilantiknya juga baru dan dilantik selaku PPAT juga pada 7 Januari lalu. Jadi belum pernah tanda tangan, apalagi sekarang ini kan fokus penanganan bencana banjir bandang," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook