Derby Tangerang di Partai Puncak

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 11:22:42 WIB   |  dibaca: 70 kali
Derby Tangerang di Partai Puncak

LEWATI BEK : Pemain Persitangsel (kaos hijau putih) melewati hadangan bek Remci dalam laga semifinal Piala Soeratin U-15 di Stadion Krakatau Steel, Cilegon.

CILEGON, BANTEN RAYA – Dua kesebelasan asal Tangerang, Persitangsel dan BMIFA akan tampil memperebutkan gelar juara Piala Soeratin U-15 yang akan dihelat di Stadion Krakatau Steel sore ini. Dalam laga semifinal Persitangsel berhasil menang 5-1 atas Remci dan BMIFA menang adu penalti 5-4 setelah di waktu normal bermain imbang 0-0 lawan Perssic.

Ditemui usai laga pelatih BMIFA Amsori menuturkan, tiket final yang didapat timnya hasil kerja keras seluruh pemain dan kiper yang tampil bagus dengan menggagalkan penalti pemain Perssic di babak tos-tosan. “Partai semifinal ini seimbang dan lawan memberikan perlawanan yang ketat. Kami bisa tampil maksimal di babak penalti dan menang,” katanya.

Setelah babak semifinal, ia mengatakan timnya tidak punya waktu untuk istirahat lantaran final digelar sore hari. Untuk menjaga stamina anak asuhnya yang tampil maksimal sehingga menyebabkan staminanya berkurang maka anak asuhnya langsung diistirahatkan. “Mereka tidak boleh main-main dan istirahat total untuk mengembalikan staminanya,” imbuh dia.

Jelang laga final dirinya mengaku tidak gentar bertemu lawannya. Yang penting dalam laga ini anak asuhnya diminta untuk tidak membuat kesalahan yang bisa mengakibatkan kebobolan. “Lawan yang kami hadapi punya kualitas yang bagus jadi kami tidak boleh lengah,” tutupnya.

Masih di Stadion KS, pelatih Persitangsel Mahroji  mengatakan, setelah mengalahkan Remci, istirahat menjadi fokus utama untuk mengembalikan stamina anak asuhnya. “Kami bermain kedua dan kondisinya panas. Saat ini kami istirahat agar anak-anak bisa bugar lagi jelang laga final. Tidakada istirahat dan ini harus kami jalani. Kami berharap anak-anak bugar di final,” ungkap dia.

Untuk final sendiri, ia akan bermain seperti biasa dan tidak ada strategi khusus menghadapi BMIFA. Ia telah mengantongi kekuatan lawan namun tidak mau jumawa dan memilih untuk bekerja keras guna mewujudkan gelar juara turnamen ini. “Keseimbangan menyerang dan bertahan akan menjadi andalan kami untuk laga final. Yang pasti anak-anak juga harus disiplin saat mendapat bola atau kehilangan bola saat bertanding,” tegasnya.

Ia menambahakan di skuat terdapat satu pemain yang cedera namun hal ini tidak berpengaruh sebab pemain pengganti yang ada di tim mempunyai kualitas yang sama dengan pemain inti. “Kalau pemain tidak fit kami akan lakukan rotasi pemain untuk menjaga ritme permainan,” tutup dia. (hendra)         

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook