Rp 30 Miliar untuk Banten Islamic Center

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 12:02:46 WIB   |  dibaca: 147 kali
Rp 30 Miliar untuk Banten Islamic Center

PENGAJIAN: Sejumlah jamaah menggelar pengajian di Plaza Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA- Pemprov Banten menganggarkan Rp 30 miliar pada APBD 2020 untuk pembangunan Banten Islamic Center atau Baitul Quran, di Kawasan Banten Lama, Kota Serang. Fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai pusat kajian agama Islam di Banten.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, terhitung tahun ini proses pembangunan Baitul Quran akan dimulai. Untuk tahun ini, alokasi pembangunannya dianggarkan senilai Rp 30 miliar.“Tahun ini Rp 30 miliar, tapi kalau di DED (detail engineering design) butuhnya sampai Rp 90 miliar,” ujarnya, kemarin.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten itu menuturkan, lantaran anggaran yang tersedia jauh di bawah kebutuhan, maka proses pembangunan akan dilakukan bertahap. Nantinya, fasilitas tersebut akan digunakan untuk pusat kajian agama Islam yang dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana.

Dia menjelaskan, konsep bangunan nantinya akan dibuat sederhana. Meski demikian, di dalamnya akan dilengkapi dengan aula ukuran besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Selain membangun Banten Islamic Center, kata dia, pemprov juga berencana membangun sebuah pusat oleh-oleh.“Bangunan itu akan dibuat sederhana dan berada di kawasan Ciputri Banten Lama seluas 6,2 hektare,” katanya.

Disinggung soal penertiban bangunan liar di sekitar Banten Lama, Yanuar mengungkapkan jika hal itu bisa dilakukan lantaran mereka berada di atas tanah negara. Lahan yang mereka gunakan tercatat sebagai aset milik Balai Pelestarian Cagar Budaya. “Dulu (pemilik bangunan liar) sudah menerima ganti rugi dan sudah ada sertifikatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yanuar menuturkan, lahan hasil penertiban tak akan digunakan untuk bangunan apa pun. Penertiban dilakukan hanya untuk menciptakan ruang terbuka hijau di daerah Keraton Kesultanan Banten tersebut.“Kan Surosowan sudah rapi, maka depannya yang ada bangunan liar ditertibkan,” tutur mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten ini.

Untuk menjaga kebersihan dan keamanan di Kawasan Banten Lama, DPRKP Banten telah membentuk tim lintas lembaga. Tim sendiri melibatkan Koramil, Polsek, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten di bawah koordinasi DPRKP. “Selain kawasan Banten Lama, pemprov juga akan menata kawasan wisata ziarah Syekh Asnawi Caringin sebesar Rp 12 miliar dan sarana perparkiran Rp 7,8 miliar,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banten Tabrani mengatakan, pembangunan sentra oleh-oleh di kawasan Banten Lama kini prosesnya sedang pada tahap lelang. Lokasinya nanti akan bersebelahan dengan Baitul Quran dengan luas bangunan 30 x 45 meter persegi.

Ia menegaskan, sentra oleh-oleh itu akan dijadikan pusat pemasaran produk UMKM yang ada di Banten. Sebanyak 60 hingga 70 persen produk yang dijual adalah produk UMKM lokal. “Tidak perlu kemana-mana karena semua ada di situ,” katanya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook