Satpol PP-Satpam Paramount Nyaris Bentrok

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 12:25:29 WIB   |  dibaca: 199 kali
Satpol PP-Satpam Paramount Nyaris Bentrok

SALAH PAHAM : Salah seorang Satpam Paramount Land diamankan setelah nyaris terlibat bentrok dengan anggota Satpol PP Kabupaten Tangerang di Ruko Serenade Centre Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/1).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Bentrok antara anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) dan Satpam Paramount Land nyaris pecah di depan rumah toko (Ruko) Serenade Centre Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Beruntung, bentrokan berhasil diredam aparat kepolisian yang berpakaian preman yang turun menengahi kedua kelompok tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kejadian itu bermula saat satuan tugas (Satgas) penunggak pajak daerah dari Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kabupaten Tangerang didampingi anggota Satpol PP akan menempelkan stiker penunggak pajak di palang parkir otomatis milik PT Auto Parking di Ruko Serenade Gading Serpong.

Namun, upaya itu dilarang satpam Paramount karena tidak meminta izin terlebih dahulu kepada mereka, dan penempelan stiker penunggak pajak dianggap menghalangi tulisan Paramount Land. Tindakan protes dari satpam kepada Satgas Penunggak Pajak dilerai oleh Satpol PP. Tindakan Satpol PP untuk melerai itu, justru semakin membuat marah Satpam hingga mendorong-dorong anggota Satpol PP.

Salah seorang Satpam Paramount Land, Moses Da Costa menyebutkan, Satgas Penungak Pajak daerah dengan Satpol PP Kabupaten Tangerang tidak meminta izin untuk melakukan penempelan stiker di palang parkir otomatis milik PT Auto Parking di Ruko Serenade Gading Serpong. Harusnya, mereka minta izin terlebih dahulu. “Ini wilayah kerja saya, harusnya mereka tidak minta izin dahulu,” kata Moses kepada wartawan, Selasa (14/1).

Saat sedang meyampaikan protes ke Satgas  penungak pajak daerah itu, lanjut Moses, ia didorong-dorong oleh anggota Satpol PP Kabupaten Tangerang. Untuk itu, Ia dan sejumlah Satpam Paramount Land terpancing emosi dan membalas mendorong anggota Satpol PP. “Saya sampaikan, agar stiker itu jangan ditempel di palang parkir otomatis milik PT Auto Parking karena menghalangi tulisan Paramount Land. Tapi saya didorong sama Satpol PP, wajar saya dan teman saya marah,” tegasnya.

Moses menambahkan, Ia dan sejumlah Satpam Paramount Land lainnya tidak menghalangi Satgas Penunggak Pajak dan Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk menempelkan stiker di lokasi parkir milik PT Auto Parking. Namun, Ia meminta, stiker itu ditempel di gardu parkir bukan di palang pintu otomotis. “Stiker itu sudah ditempel di gardu parkir, kalau kami menghalang-halangi tidak mungkin stiker itu bisa nempel,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bapeda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menjelaskan, sebelum Satgas Penunggak Pajak daerah didampingi Satpol PP memasang stiker di area parkir milik PT Auto Parkir yang menunggak pajak selama 16 bulan itu. Pihaknya sudah memberikan surat teguran hingga tiga kali. Kemudian, pihaknya juga memberikan sosialisasi akan menempelkan stiker di lokasi itu. “Hal seperti ini (nyaris bentrok_red), sering terjadi dilapangan. Menurut Saya, kejadian ini akibat dari kesalah pahaman saja,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook