Tiga Kelas SMPN 13 Dibiarkan Tidak Jelas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 12:47:39 WIB   |  dibaca: 80 kali
Tiga Kelas SMPN 13 Dibiarkan Tidak Jelas

BOLONG-BOLONG : Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi (kanan) melakukan sidak ke SMP 13 Kota Serang di Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (14/1). Sidak dilakukan untuk melihat aset yang dimiliki SMP 13.

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi geram melihat tiga ruang kelas dan satu ruang OSIS SMPN 13 Kota Serang yang sudah tiga tahun ini dibiarkan tidak jelas. Padahal, sudah sejak 2017 lalu pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mengajukan penghapusan aset tersebut ke Seksi Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang lalu diteruskan ke Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Serang.

Budi mengatakan bahwa kondisi tiga ruang kelas dan satu ruang OSIS di SMPN 13 yang ingin dihapuskan dari daftar aset oleh pihak sekolah itu sudah sangat tidak layak dan berbahaya bagi siswa dan guru.

Pada bagian langit-langit dan atap sudah banyak yang rusak dan rawan kembali berjatuhan. Ia pun meminta sekolah untuk tidak menggunakan ruangan itu digunakan.“Bahaya takut kena siswa,” kata Budi saat meninjau ke SMPN 13 di Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (14/1). Hadir mendampingi Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok.

Budi mengatakan bahwa tidak jelasnya penghapusan aset ini karena bidang aset bekerja lamban bahkan cenderung membiarkan. Sementara penjelasan mengapa aset tersebut sampai saat ini belum juga bisa dihapuskan tidak dijelaskan kepada pihak sekolah.

Kepala SMPN 13 Kota Serang Sudaryat mengatakan bahwa sudah sejak tahun 2017 sekolah sudah mengajukan penghapusan aset tiga ruang kelas dan satu ruang OSIS yang berada di tengah-tengah SMP tersebut.

Sesuai site plan, lokasi yang saat ini ruang kelas tersebut dijadikan untuk lapangan olahraga dan upacara. Sebab selama ini upacara dilakukan di ruang yang sangat sempit. Bahkan sebagian siswa upacara di lantai dua dan hanya mendengarkan.“Kita sudah ajukan ke seksi sarpras lalu dari sarpras ke bidang aset tapi sampai sekarang belum dihapus asetnya,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tahun 2019 sebenarnya bagian aset sudah meninjau lokasi. Namun ia belum mengetahui kapan pastinya aset tersebut akan dihapuskan oleh bagian aset. Ia mengatakan bahwa dengan kondisi ruang kelas yang semakin rusak dimakan usia ia khawatir bangunan tersebut mencelakakan siswa.“Daerah lain banyak sekolah rapuh dan roboh jadi mohon secepatnya dihapus,” katanya.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Sofia Defiyanti mengatakan bahwa setelah sekolah mengajukan penghapusan aset pada tahun 2017 ke seksi sarana prasarana, pada tahun yang sama pula langsung diteruskan ke bagian aset.

Sofia mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 ada empat sekolah yang mengajukan penghapusan aset. Keempat sekolah tersebut adalah  SMP Negeri 1, SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 13. Keempatnya sampai saat ini belum mendapatkan persetujuan penghapusan aset.

Di antara keempat sekolah yang mengajukan penghapusan, ruang kelas SMPN 13 yang berada di tengah-tengah itu sudah layak dihilangkan dari daftar aset.“Bahkan ini yang paling parah,” katanya.Sementara itu Kepala DPKAD Kota Serang Wachyu B Kristiawan saat dihubungi belum merespons wawancara yang diajukan Banten Raya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook