Bos Tambang Emas Ilegal Kabur

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 15 Januari 2020 - 12:49:19 WIB   |  dibaca: 156 kali
Bos Tambang Emas Ilegal Kabur

CARI PENYEBAB : Helikopter BNPB bersiap melakukan pemantauan ke lokasi bencana dan tambang emas ilegal di Stadion Pasir Ona, Rangkasbitung, Selasa (14/1).

SERANG, BANTEN RAYA - Pengusaha tambang emas ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak menghilang, dan diduga melarikan diri (kabur), setelah menjadi target operasi Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) Bareskrim Mabes Polri.

Satgas PETI sebelumnya sudah mendatangi tiga lokasi tambang emas di di kampung Cikomara, Desa Banjar irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, kemudian di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas dan terakhir di Kampung Tajur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

Tambang emas tersebut diduga milik SH, JL dan TH. Dari lokasi itu, Satgas PETI mengamankan sejumlah barang bukti berupa ratusan alat pengolahan emas atau gelundung, mercuri atau alat pemisah emas dengan batu, serta karung-karung berisi batu yang akan diolah menjadi emas.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, tiga lokasi tersebut sudah ditinggal pekerja saat didatangi petugas. "Tidak ada di tempat (pemiliknya), sudah kosong. Patroli kemarin tujuannya memang untuk memastikan kembali tidak ada penambangan. Sampai ada izin dari intansi terkait, sekaligus mencegah terjadinya bencana susulan," katanya kepada Banten Raya, Selasa (14/1).

Menurut Edy, kepolisian sudah memintai keterangan kepada sejumlah pekerja di pengolahan emas di Mapolres Lebak."Ada sekitar 4-5 orang dimintai keterangan tentang aktivitas di sana. Hanya keterangan saja sampai saksi, pemiliknya belum tau. Karena kita masih dalam proses. Diambil keterangannya di Polres (pekerja di pengolahan tambang emas)," ujarnya.

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso mengatakan, dirinya tidak main-main untuk menindak para pelaku yang terbukti melakukan penambangan secara ilegal, termasuk bila ada bandar besar yang terlibat."Siapapun yang terbukti faktor hukum melakukan illegal mining (istilah lain pertambangan ilegal), melakukan dan masuk di tambang nasional, tanpa hak, tanpa izin. Ya kita proses," katanya.

Sementara itu, kemarin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau lokasi longsor dan penambangan emas ilegal di TNGHS melalui jalur udara menggunakan Helikopter. "Kita diinstruksikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo untuk mensurvei lewat udara, supaya lebih matang, mana daerah-daerah yang kemarin terdampak banjir bandang ini, termasuk longsor," kata Tenaga Ahli BNPB Mayor Jenderal TNI Purn Amrin kepada Banten Raya, di Stadion Pasir Ona, Rangkasbitung, Selasa (14/1).

Amrin menjelaskan, banjir bandang dan longsor tersebar di banyak titik sepanjang aliran sungai Ciberang. "Banjir bandang dan longsor dimana-dimana. Semua kita petakan, kita survei. Kedepan akan ada rencana untuk rehabilitasi hutan-hutan yang sudah gundul, sudah ditebang dan lain sebagainya, makanya kita libatkan juga yang punya wilayah," katanya.
Sementara mengenai tambang emas ilegal, kata Amrin, dipantau dari udara sudah tidak ada aktivitas. "Ia kita sampai kesitu tadi, sampai kesitu kita lihat sekeliling sampai jarak terdekat banyak tenda biru, kalau dari atas itu sudah sepi," katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan, masa tanggap darurat bencana untuk Kabupaten Lebak diperpanjang hingga tanggal 31 Januari 2020 mendatang dan memastikan bantuan logisitik sampai kepada korban bencana. "Jadi terkait berita beredar tentang logistik yang tidak sampai kepada korban, saya pastikan tidak ada korban yang tidak menerima bantuan logistik, itu kenapa saya setiap hari turun ke lapangan, karena saya ingin memastikan bahwa bantuan logistik ini tersalurkan dan tepat sasaran," katanya. (darjat/purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook