Perampok Taksi Daring Asal Cilegon Oknum Mahasiswa

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 16 Januari 2020 - 12:52:19 WIB   |  dibaca: 131 kali
Perampok Taksi Daring Asal Cilegon Oknum Mahasiswa

INTEROGASI : Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ari Syam Indradi mengintrogasi tersangka perampok taksi daring saat konfrensi pers di Mapolsek Kronjo, Rabu (15/1).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Aparat Polresta Tangerang Polda meringkus  SBH (19), tersangka perampokan taksi daring (dalam jaringan) atau online yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu. SBH yang merupakan oknum mahasiswa itu merampok Asep Saeful Anwar (32), sopir taksi online di Jalan Raya Kronjo-Muncung, Kampung Kronjo Pamong, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, tersangka SBH (19) diringkus enam jam setelah berhasil melarikan diri dari kepungan warga. SBH dibekuk di Kampung Bom, Desa Jenggot, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang. “Tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan,” kata Ade saat konferensi pers di Mapolsek Kronjo, Rabu (15/1).

Ade menerangkan, peristiwa itu bermula saat korban Asep Saeful Anwar (32), sopir taksi online, menerima pesanan dari tersangka pada 1 Januari 2020. Berdasarkan pesanan di aplikasi, kata Ade, tersangka minta diantar dari wilayah Kota Cilegon ke daerah Kronjo. Rute yang dilalui, dari Tol Cilegon dan keluar di Pintu Tol Balaraja Barat.

Saat tiba di tempat kejadian perkara, terang Ade, tersangka menodongkan pisau cutter di leher korban. Akibat todongan itu, lanjut Ade, leher korban mengalami luka. Oleh karenanya, tambah Ade, mobil yang dikemudikan korban oleng dan menabrak sebuah warung.“Korban langsung keluar mobil dan teriak meminta pertolongan warga” kata Ade.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong korban langsung berkerumun. Sementara tersangka langsung mengambil alih kemudi mobil Brio milik korban. Karena dikepung massa, kata Ade, tersangka menjadi tidak bisa mengendalikan mobil. Akibatnya, mobil korban yang diambil alih tersangka terperosok ke sawah.“Tersangka langsung kabur melarikan diri meninggalkan mobil sambil membawa telepon genggam milik korban,” terang Ade.

Warga langsung memberi pertolongan pada korban dengan membawanya ke rumah sakit. Sementara polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka.

Ade menambahkan, tersangka dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP juncto Pasal 365 ayat (2) dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah 1 unit mobil korban, 2 unit telepon genggam, dan 1 pisau cutter.“Kami mengimbau agar pengemudi taksi online senantiasa waspada dan sangat dianjurkan melengkapi diri dengan perangkat keselamatan seperti tombol panic button,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook