Minat Baca Masyarakat Masih Rendah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 16 Januari 2020 - 12:58:40 WIB   |  dibaca: 82 kali
Minat Baca Masyarakat Masih Rendah

PERLU PENINGKATAN : Siswa SMPN 1 Kramatwatu membaca buku saat kedatangan perpustakaan keliling di sekolah mereka, Rabu (15/1).

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang gencar melaksanakan kegiatan perpustakaan keliling (pusling) ke sekolah-sekolah dan ke desa-desa. Kegiatan pusling dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang saat ini dinilai masih sangat rendah. Hal itu terlihat dari sepinya pengunjung pusling saat dilaksanakan di desa-desa.

Sekretaris DPAD Kabupaten Serang Sarjudin mengatakan, dalam sehari, kegiatan pusling dilaksanakan di empat lokasi dengan menggunakan empat mobil pusling yang dimiliki DPAD. “Setiap hari kita turun ke sekolah-sekolah dan desa-desa untuk memastikan setiap anak dan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan buku bacaan,” kata Sarjudin, Rabu (15/1).

Selain untuk memberi akses kepada masyarakat, kegiatan pusling juga dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan minat baca masyarakat. “Minat baca masyarakat kita masih sangat rendah. Kalau kita ada kegiatan pusling ke desa-desa yang datang paling dua tiga orang, itu juga anak-anak pelajar, kalau masyarakat umumnya enggak ada. Kalau pusling ke sekolah lumayan ramai,” ujarnya.

Untuk mendorong masyarakat agar mau membaca, Sarjudin menjelaskan, pihaknya berencana akan melaksanakan kegiatan pusling ke puskesmas-puskemas di Kabupaten Serang. “Biasanya kan kalau di puskesmas banyak warga yang mengantri untuk berobat, siapa tahu sambil menunggu mereka mau membaca buku. Untuk mengajak masyarakat agar mau membaca harus ada keseriusan,” tuturnya.

Disoal terkait dengan fasilitas perpustakaan di sekolah-sekolah, Sarjudin mengungkapkan, saat ini hampir 70 persen sekolah baik SD maupun SMP telah memiliki perpustakaan, namun yang sudah memiliki buku baru sekitar 50 persennya. “Kalau perpustakaannya sudah pada ada, cuman pas kita lihat isinya buku-buku pelajaran bukan buku-buku referensi dan buku-buku bacaan yang dibutuhkan anak-anak,” paparnya.

Pihaknya menginginkan perpustakaan tidak hanya ada di sekolah-sekolah tapi juga dibangun di setiap desa di Kabupaten Serang melalui anggaran dana desa. “Meningkatkan minat baca masyarakat ini kan tanggungjawab semua pihak termasuk para kepala desa. Desa  kan punya anggaran mohon sebagiannya bisa disisihkan untuk membeli buku. Kita ingin minat baca masyarakat bisa tumbuh,” katanya. (tanjung/fikri)  
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook