Demo, Ratusan Santri Blokir Jalan Teluknaga

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 16 Januari 2020 - 13:18:42 WIB   |  dibaca: 253 kali
Demo, Ratusan Santri Blokir Jalan Teluknaga

JANJI TINDAK LANJUTI : Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar naik keatas mobil komando untuk menyampaikan tanggapan dari aspirasi ratusan santri Al Hasaniyah, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Ratusan santri pondok pesantren (Ponpes) Al Hasaniyah mengelar aksi demontrasi di Jalan Raya Teluknaga, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1). Dalam aksinya, mereka meminta Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 tahun 2018 tentang Pembatasan operasional Angkutan Barang dan Hasil Tambang.  

Pantauan wartawan, ratusan santri berunjuk rasa mengenakan baju serba putih sambil bersalawat. Mereka duduk di Jalan mendengarkan orasi para orator di atas mobil komando. Tak hanya itu, sesekali orator yang merupakan pembina pesantren juga menyenandungkan salawat dan mars santri untuk menyemangati para santri.

"Yang bukan santri, yang cuma mau merusuh, pergi, jangan nodai aksi damai kami, kami melakukan ini untuk masyarakat dan juga santri, bukan untuk berbuat anarkis," teriak Koordinator aksi Muhammad Bustomi di atas mobil komando.

Usai berorasi, pria yang akrab dipanggil Ustad Bustomi ini menjelaskan, aksi ratusan santri ini terpaksa dilakukan karena dipicu oleh dua santri Ponpes Al Hasaniyah yang terluka setelah tersenggol truk besar yang membawa tanah di Jalan Teluknaga pada Selasa (14/1) sore.

Kedua santri itu masih dirawat intensif di rumah sakit. Untuk itu, ratusan santri meminta Pemkab Tangerang untuk menegakan Perbup nomor 47 tahun 2018, agar truk tidak melintas di siang hari. "Kepada Bupati Tangerang, kami anggap tidak konsisten dengan peraturan Bupati nomor 47 Tahun 2018 yang dibuat olehnya, seakan terkesan melempem, dan pepesan kosong," kata Bustomi.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, jajarannya bersama Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengevaluasi kembali Perbup nomor 47 tahun 2018. "Besok akan berkoordinasi dengan aparat Polri untuk tingkatkan untuk revisi Perbup 47. Lebih tegas terhadap para pelanggar, dan Polri sekarang sedang memproses sopir-sopir yang nakal," kata Zaki saat menemui massa.

Zaki meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lalu lintas dan menyerahkan segalanya kepada pihak berwenang untuk menegakan hukum. Soal kecelakaan terakhir yang dialami oleh seorang santri dari Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Rawalini, Zaki berjanji akan memberikan pelayanan khusus.

Seperti kamar VIP dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemerintahan Kabupaten Tangerang. "Adinda (Kedua santri-red) kita ditanggung biaya sama pemerintah di RSUD Kabupaten Tangerang. Mohon sabar, saat ini observasi dulu. Ya semua VIP, Pavilion Wijaya Kusuma," kata Zaki. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook