DHD 45 dan Pemkot Serang Islah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 12:05:23 WIB   |  dibaca: 106 kali
DHD 45 dan Pemkot Serang Islah

DAMAI: Wahyu Nurjamil (kanan) mencium tangan Mas Muis Muslich usai pertemuan kedua belah pihak di Gedung Juang 45 di Jalan Ki Mas Jong, Kota Serang, Kamis (16/1).

SERANG, BANTEN RAYA – Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang yang diwakili Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang melakukan islah setelah sebelumnya berseteru mengenai pemanfaatan Gedung Juang 45. Setelah islah, kedua belah pihak menandatangani kesepahaman mengenai revitalisasi Gedung Juang 45 yang berlokasi di Jalan Ki Mas Jong, Kota Serang, tersebut.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan bahwa dalam program revitalisasi Gedung Juang 45 antara DHD 45 Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang sudah mencapai kesepakatan tentang perlunya revitalisasi gedung ini.

Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang juga sepakat mendengar saran mengenai bentuk gedung yang akan dibangun dan digunakan sebagai sekretariat bagi organisasi kejuangan seperti DHD 45 dan lainnya.

“Ini sangat penting sebagai bentuk perhatian Pemkot Serang kepada organisasi kejuangan,” kata Wahyu usai pertemuan dengan organisasi kejuangan di Gedung Juang 45, Kamis (16/1).
Kesepahaman yang terbangun adalah kedua belah pihak sepakat lahan di mana berdiri Gedung Juang 45 merupakan aset milik Pemkot Serang.

Sementara bangunan Gedung Juang 45 merupakan benda cagar budaya. Adapun yang mengelola aset ini yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang.“Gedung ini adalah aset sejarah maka kita akan munculkan marwahnya dengan syiar-syiar kejuangan dan kebangsaan,” ujar Wahyu.

Ia mengatakan bahwa selama ini ada miskomunikasi antara Pemkot Serang dengan DHD 45 terkait revitalisasi Gedung Juang 45. Ia menyebutkan, Pemkot Serang tidak akan menjadikan Gedung Juang 45 sebagai kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang.

Yang akan dilakukan adalah memanfaatkan beberapa ruangan menjadi perpustakaan tematik  dalam bentuk time line yang akan berbicara mengani perjalanan Banten dari zaman Kesultanan Banten sampai sekarang.“Itu akan jadi simpul dan syiar kelimuan zaman sekarang,” katanya.

Terkait pembangunan gedung untuk sekretariat organisasi kejuangan yang akan dibangun di belakang Gedung Juang 45, Wahyu mengatakan hal itu akan dilakukan bertahap karena keterbatasan APBD Kota Serang. Adapun desain bangunan akan dikolaborasikan dengan DHD 45. Dengan terjadinya kesepakatan ini, maka DHD 45 mendukung visi misi Walikota Serang dalam merevitalisasi Gedung Juang 45.

Ketua DHD 45 Provinsi Banten Mas Muis Muslich mengatakan bahwa DHD 45 mendukung visi misi walikota. Selama 12 tahun Kota Serang berdiri baru walikota saat ini yang peduli pada Gedung Juang 45. Ia meminta Gedung Juang 45 tetap menjadi pusat syiar kebangsaat dan kepahlawanan serta wisata sejarah.“Saya apresiasi walikota yang sekarang,” katanya.

Muis menambahkan bahwa DHD 45 Provinsi Banten setelah ini akan mengawal ketat revitalisasi Gedung Juang 45 mulai dari perencanaan, pelaksanaa, sampai akhir masa revitalisasi. Ia mengatakan bahwa DHD 45 ngotot ingin ada gedung yang refsentatif bukan untuk kepentingan sendiri melainkan kepentingan anak cucu agar tetap ingat tentang perjuangan para pahlawan dahulu dalam merebut kemerdekaan. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook