Parkir Liar Karangantu Diduga Dilindungi Dishub

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 12:06:43 WIB   |  dibaca: 107 kali
Parkir Liar Karangantu Diduga Dilindungi Dishub

LENGANG: Jalan dari rel kereta menuju jembatan Pasar Karangantu tampak lebih lengang dibandingkan sebelumnya yang dipenuhi sepeda motor yang parkir liar, Kamis (16/1).

SERANG, BANTEN RAYA- Parkir liar yang ada di Pasar Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang dikelola salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) diduga dilindungi oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang. Dugaan itu disampaikan perwakilan warga yang kemarin mengosongkan parkir liar dari rel kereta sampai jembatan Karangantu.

Herianto, salah seorang perwakilan warga dan pedagang Pasar Karangantu mengatakan, setiap kali berkomunikasi tentang masalah parkir liar di Pasar Karangantu, oknum petugas Dishub Kota Serang berinisial AY selalu membela pengurus LSM yang mengelola parkir di daerah itu. Karena sikapnya yang selalu membela LSM ketimbang masyarakat itulah maka masyarakat berkesimpulan bahwa parkir liar ini dilindungi petugas.“Saya lihat dishub berpihak ke mereka. Itu jelas banget,” kata Heri, Kamis (16/1).

Bentuk dukungan yang diberikan oleh oknum petugas dishub berupa melegalkan parkir di bahu jalan dan jembatan. Padahal, dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 hal itu terlarang. Karena terindikasi melanggar aturan itulah maka masyarakat juga berinisiatif mencabut rambu-rambu parkir yang ada di sepanjang jalan menuju Pasar Karangantu.

Heri mengatakan bahwa seharusnya sebagai petugas dishub, AY menjadi penengah antara kepentingan masyarakat dengan LSM. Bukan malah mendukung salah satu kelompok. Yang terjadi di lapangan, AY selalu membela LSM yang memiliki sekretariat di pasar tersebut.Kesepakatan dengan jajaran di Kelurahan Banten, mulai kemarin parkir dikelola oleh warga. Awalnya ketika lahan parkir akan diambil alih warga, ada perlawanan dari anggota LSM. Namun karena jumlah warga lebih banyak, maka suasana berjalan kondusif.

Sebelum parkir liar tersebut dihilangkan oleh warga, lalu lintas di daerah itu selalu macet total bahkan tidak bisa bergerak. Selain mengganggu warga sekitar, parkir liar itu juga membuat para wisatawan dan peziarah kesulitan melintasi jalan tersebut. Setelah dikosongkan, warga menyediakan lahan parkir khusus bagi siapa saja yang mau ke Pasar Karangantu. Lahan parkir itu sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja tidak difungsikan.

Kepala Dishub Kota Serang Maman Luthfi masih enggan bicara mengenai dugaan petugas dishub yang melindungi parkir ilegal tersebut. Ia mengatakan hanya akan menjawab pertanyaan ketika diwawancarai langsung oleh Banten Raya.“Besok ketemu di kantor, ya,” katanya. (tohir/rahmat)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook