Kapal Pemkab Ditawarkan ke Wisatawan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 12:38:26 WIB   |  dibaca: 151 kali
Kapal Pemkab Ditawarkan ke Wisatawan

TIDAK DIMANFAATKAN : Kapal patroli milik Pemkab Serang yang sandar di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang belum dimanfaatkan, Kamis (16/1).

SERANG, BANTEN RAYA – Keberadaan empat kapal milik Pemkab Serang, baik kapal patroli maupun kapal penumpang yang sandar di Pelabuhan Grenyang, Puloampel dan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang tidak dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan penyeberangan. Akibatnya, kapal-kapal tersebut kurang terurus karena jarang dioperasikan.

Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang Iim Rohimudin mengatakan, kapal-kapal milik Pemkab Serang yang ada saat ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama kapal Syam'un yang sandar di Pelabuhan Grenyang, Puloampel. “Kapal-kapal kita tidak ada yang melayani penyeberangan, paling patroli sesekali saja,” kata Iim, Kamis (16/1).

Ia mengungkapkan, untuk kapal Syam'un sejak 2016 tidak difungsikan karena tidak ada masyarakat yang mau menggunakan kapal berkapastas 7 groos tanage (GT) tersebut. “Informasinya masyarakat tidak mau pakai kapal Syam'un karena mengganggu kapal-kapal nelayan yang bisa mengangkut warga ke Pulopanjang dan sebaliknya. Mungkin khawatir tersaingi,” ujarnya.

Iim menuturkan, kapal Syam'un dan kapal-kapal lainnya dimanfaatkan hanya untuk mengangkut logistik pemilu oleh KPU Kabupaten Serang. “Untuk perawatan juga tidak dianggarkan. Kemudian untuk kapal nelayan juga sekarang menjadi kewenangan Syahbandar, kita hanya menonton saja. Sebenarnya, di bidang saya sudah enggak ada kegiatan,” paparnya.

Ia mengatakan, kapal Syam'un dan kapal-kapal lainnya juga dipersilakan jika ada wisatawan yang ingin memakainya, namun selama ini belum ada wisatawan yang mau memakai kapal tersebut. “Sebenarnya bisa disewakan untuk wisatawan tapi badgetnya kan mahal. Untuk BBMnya saja minimalnya 100 sampai 200 liter,” ungkapnya.

Disoal terkait dengan perkembangan rencana pembangunan pelabuhan Tanara, Iim mengatakan, sampai saat ini belum ada kabar terkait rencana tersebut. “Untuk pelabuhan Tanara sepertinya tidak lanjut. Untuk DED (detail engineering design) saja tidak dianggarkan. Kebutuhan DED Rp200 juta. Kalau berbicara kebutuhan, butuh juga untuk mendukung keberadaan wisata religi di Tanara,” tuturnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook