3.200 Korban Banjir Bertahan di Pengungsian

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 14:26:41 WIB   |  dibaca: 152 kali
3.200 Korban Banjir Bertahan di Pengungsian

MASIH BUTUH PENANGANAN : Ratusan orang menempati posko pengungsian di Lapangan Futsal Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, belum lama ini.

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sedang fokus melakukan pemulihan pasca banjir bandang dan longsor di enam kecamatan di Kabupaten Lebak. Terkini, masih ada sebanyak 3.200 dari 5.000 korban banjir yang masih bertahan di pengungsian. Untuk itu, Pemkab Lebak memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor untuk mempermudah dan mempercepat penanganan rehabilitasi atau recovery korban bencana.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjelaskan, berdasarkan data yang sudah terverifikasi, terdapat sekitar 1.600 lebih rumah warga rusak akibat hanyut dan hancur akibat longsor. Sementara jumlah korban yang mengungsi lebih dari 5.000 orang. Namun saat ini, korban yang masih bertahan di pengungsian sekitar 3.200 orang lebih.

“Sisanya, ada yang sudah pulang. Ada yang ke rumah saudarnya,” kata Iti kepada wartawan usai rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi hasil pelaksanaan RKPD dan APBN Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2019 di Aula Bappeda Kabupaten Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (16/1). Hadir dalam rapat itu hadir Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin.

Menurut Iti, langkah-langkah pemulihan pasca banjir itu saat ini sedang dilakukan Pemkab Lebak. Di antaranya, sudah melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan BPKP, BPN, Kejaksaan, dan Polres. Terkait dengan, percepatan pembayaran lahan Waduk Karian.

Pasalnya ada enam desa yang terdampak bencana banjir bandang berada di kawasan atau lahan yang akan dibebaskan. “Insya Allah, dalam waktu dekat di Desa Tambak, Kecamatan Cimarga akan segera ada pembayaran pembebasan lahan. Totalnya sekitar Rp 30 miliar,” jelasnya.

Terkait logistik untuk korban, lanjut Iti, masih aman dan masih banyak karena banyak donatur baik dari Banten dan luar Banten yang mengirimkan bantuan. Namun demikian, pemkab kesulitan untuk menyimpan logistik tersebut.

Pasalnya, kantor BPBD Kabupaten Lebak tidak cukup untuk menampungnya. “Kami tidak memiliki lahan lagi untuk membangun atau memperluas kantor BPBD. Makanya, kami sudah mengirim surat ke Pemprov Banten untuk meminjam lahan di samping kantor BPBD,” ungkapnya.

Iti menambahkan, pembangunan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). “KemenPUPR sudah turun ke lapangan. Mudah-mudahan, dalam segera dibangun,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook