Warga Keberatan Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 14:28:14 WIB   |  dibaca: 149 kali
Warga Keberatan Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

TOLAK DICABUT : Pengendara mengangkut sejumlah elpiji 3 kg saat berhenti di perempatan Brimob, Kota Serang, kemarin. Warga keberatan subsidi elpiji dicabut.

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah warga Kota Serang mengaku keberatan dengan rencana pemerintah pusat yang akan mencabut subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg). Saat ini saja rata-rata harga elpiji 3 kg mencapai Rp25.000 per tabung dan sudah memberatkan.

Heru, pedagang kopi yang biasa mangkal di sekitar Alun-alun Kota Serang, mengatakan bahwa baginya pencabutan subsidi elpiji 3 kg akan sangat memberatkan bagi orang kecil sepertinya. Ia membayangkan harga elpiji 3 kg akan lebih mahal dari saat ini bila subsidinya dihilangkan.“Bagi saya yang orang kecil keberatan kalau subsidinya dicabut,” kata Heru, Kamis (16/1).

Heru mengungkapkan bahwa bagi pedagang kecil sepertinya masih belum siap menerima kondisi elpiji 3 kg naik. Saat ini saja harga elpiji 3 kg sudah mencapai Rp25.000. Bila langka, harganya bisa di atas Rp25.000 per tabung.“Jangan dicabut sekarang. Nanti saja,” katanya berharap.

Munah, pedagang sop ikan di dekat Gedung Juang 45, juga mengaku keberatan bila subsidi elpiji 3 kg dicabut. Sebagai pedagang kecil, pencabutan subsidi akan sangat terasa. Apalagi penghasilannya setiap hari tidak besar. “Sekarang dengan harga Rp25.000 aja keberatan apalagi nanti,” katanya.

Munah mengatakan bahwa pemerintah harus memilikirkan juga kepentingan masyarakat kecil sepertinya. Apalagi saat ini elpiji 3 kg sudah dibutuhkan oleh semua orang. Tidak hanya pedagang kecil tapi juga rumah tangga. Karena itu ia berharap pemerintah tidak mencabut subsidi gas 3 kg. “Pikirin orang kecil,” katanya.

Munah mengaku dalam sehari biasanya menghabiskan satu tabung gas. Namun, terkadang satu tabung pun tidak habis dalam sehari. Ia mengatakan bahwa pada akhirnya masyarakat akan tetap membeli gas berapa pun harganya. Sebab bila harus mencari kayu bakar sudah tidak tahu lagi akan ke mana. Namun ia berharap tidak ada lagi kenaikan tinggi pada harga gas.“Sekarang aja jualan sepi terus,” katanya. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook