Sertifikat Tanah Gratis Boleh Digadaikan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Januari 2020 - 14:31:36 WIB   |  dibaca: 110 kali
Sertifikat Tanah Gratis Boleh Digadaikan

SERAHKAN SIMBOLIS : Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI Sofyan A Djalil saat menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat yang berlangsung di gedung Plaza Aspirasi KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (16/1). Acara ini juga dihadiri oleh Kapolda Banten dan Forkopimda.

SERANG, BANTEN RAYA - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menegaskan, sertifikat tanah gratis dari pemerintah boleh digunakan untuk jaminan pinjaman dana. Meski demikian, ia mewanti-wanti pinjaman tersebut wajib dilunasi agar sertifikat tak berpindah tangan.  

Demikian terungkap dalam pembagian ribuan sertifikat di Plaza Aspirasi, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (16/1). Informasi yang dihimpun, sertifikat tanah gratis yang dibagikan merupakan hasil program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL).“Kalau sudah bersertifikat, ini bapak dan ibu bisa menggunakan jaminan kredit untuk modal. Jika mau berusaha bisa pergi ke bank untuk mendapatkan kredit,” ujarnya.

Mantan komisaris PT PLN itu menuturkan, akses ke perbankan bagi masyarakat menggunakan sertifikat tanah merupakan salah satu hal yang ingin dilakukan pemerintah. Selain juga memang tanah yang bersertifikat adalah untuk menghindari terjadinya konflik.  “Masyarakat akan mendapat akses ke perbankan, itu yang diinginkan pemerintah. Kemudian juga melalui penyertifikatan ini untuk menghindari konflik, sertifikat ini bukti kepemilikan bidang tanah. Ketenangan dihati karena tahu tanahnya sudah bersertifikat,” katanya.  

Lantaran akses ke perbankan dipermudah, Sofyan meminta pemilik sertifikat tak abai untuk menyelesaikan kreditnya. Mereka diharapkan bisa terlebih dahulu memerhitungkan pinjaman yang diinginkan dan beban pengembaliannya.“Kalau pinjam mudah, mengembalikannya harus mudah juga. Kalau bapak dan ibu mau pinjam, hitung dulu berapa. Harus digunakan pinjaman itu untuk yang penting. Kalau enggak dikembalikan nanti diambil bank,” ungkapnya.  

Lebih lanjut dia juga meminta warga bisa mengakses penyedia kredit terpercaya. Tidak menjaminkan sertifikatnya pada lembaga non perbankan seperti rentenir. “Jangan ke rentenir yang bunganya besar, nanti malah enggak bisa mengembalikannya. Kita harapankan masyarakat jangan menjual tanah,” tuturnya.

Atas manfaatnya tersebut, Komisaris PT Pelabuhan Indonesia III itu menargetkan, seluruh bidang tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat pada 2025 mendatang.“Nasional kita upayakan 2025 seluruh tanah terdaftar di seluruh Indonesia. Seluruh Indonesia diperkirakan ada 126 juta (bidang tanah), bisa angkanya lebih. Jawa Barat banyak sekali orang,  biasanya tanahnya kecil-kecil. Kalau di luar Jawa sedikit (jumlah bidang tanah) tapi luas-luas,” ujarnya.

Dia meyakini, target itu bisa tercapai karena per tahunnya jumlah bidang tana yang bersetifikasi cukup signifikan. “Tahun lalu berhasil mendaftarkan 11 juta, tahun ini (target) 12 juta,”  katanya.Kepala BPN Provinsi Banten Andi Tanri Abeng mengatakan, dari sekitar 4 jutaan bidang tanah di Provinsi Banten, hanya tersisa sebanyak 30 persen atau 1,4 juta yang belum bersertifikat. “Jadi 30 persen yang belum terpetakan dan kami sedang melakukan pemetaan. Saya menargetkan selesai di tahun 2023. Tahun ini kami targetkan 358.000 bidang tersertifikat,” tuturnya. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook