Tujuh Lokasi Jadi Sarang Gepeng

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:04:25 WIB   |  dibaca: 82 kali
Tujuh Lokasi Jadi Sarang Gepeng

DIDATA : Petugas Dinsos Kota Cilegon mendata gepeng yang berada di jalur trotoar Kota Cilegon, Jumat (17/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Jumat (17/1), melakukan monitoring guna pemetaan titik lokasi yang menjadi tempat mangkalnya gelandangan dan pengemis (gepeng). Dari hasil monitoring, ada tujuh titik lokasi di Kota Cilegon yang dinilai menjadi sarang gepeng.

Kepala Dinsos Kota Cilegon, Achmad Jubaedi mengatakan, kegiatan monitoring dilakukan guna melakukan pemetaan lokasi titik gepeng. Pada kegiatan kemarin, pihaknya tidak melakukan eksekusi pengangkutan gepeng. “Kami hanya mendata saja, melakukan pemetaan. Sambil memberi arahan ke para gelandangan dan pengemis,” kata Jubaedi ditemui Banten Raya saat melakukan monitoring di Jalan Protokol Kota Cilegon, kemarin.

Dikatakan Jubaedi, beberapa titik di jalan protokol dinilai masih menjadi tempat yang nyaman bagi para gepeng. Setelah ada pemetaan, pihaknya bisa saja melakukan eksekusi untuk mengangkut para gepeng. “Tujuannya untuk membuat wajah kota menjadi indah. Sekarang kita hanya pendataan dan ngajak ngobrol orang-orang yang ada di jalanan itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada Dinas Sosial Kota Cilegon Hidayatullah mengatakan, dari hasil monitoring, ada tujuh titik yang rawan pengemis. Seperti di Jalan Ahmad Yani, Cibeber.

Tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di jalan protokol, Simpang Kodim, Simpang Kawasan Industri Krakatau Steel (KS), dan sekitar Terminal Terpadu Merak. “DI titik-titik yang menjadi tempat mangkal gepeng, sekarang jumlahnya juga sudha berkurang tidak sebanyak dulu, kami berupaya agar gepeng ini berkurang,” kata pria yang biasa disapa Dayat ini.

Dayat menuturkan, hasil monitoring ini akan menjadi bahan untuk program penataan kota bebas dari gepeng. Sementara, unutk eksekusi gepeng, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri namun harus dengan Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon. “Kalau untuk eksekusi itu nanti, kita perlu melibatkan Satpol PP,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya data yang telah dimiliki, Ia mengaku akan semakin mudah untuk membujuk para gepeng agar tidak kembali turun ke jalan. Ke depan, setelah dilakukan eksekusi juga akan dilakukan pembinaan terhadap gepeng di Rumah Singgah Dinsos Cilegon. “Kami tanyain satu per satu, rata-rata masalah ekonomi yang membuat para gepeng ini turun ke jalan. Bahkan, kami temukan di beberapa titik ada yang masih di bawah umur, masih usia sekolah harus memulung,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook