Cilodan Akhirnya Di-fogging

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:06:15 WIB   |  dibaca: 64 kali
Cilodan Akhirnya Di-fogging

DIBASMI : Petugas Dinkes melakukan pengasapan di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunungsugih, Jumat (17/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon akhirnya melakukan pengasapan atau fogging di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (17/1). Pengasapan itu dilakukan, karena ada satu warga Lingkungan Cilodan, yang positif menderita demam berdarah dengue (DBD).

Pantauan di lokasi, pengasapan dilakukan Dinkes Cilegon bersama Pemerintah Kecamatan Ciwandan, sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum dilakukan pengasapan, pada pagi harinya warga bersama Petugas dari Dinkes Cilegon dan Kelurahan Gunungsugih juga melakukan kerja bhakti untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Petugas Pengelola Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2PB2) pada Dinkes Cilegon, Lita Fitriana mengatakan, baru satu warga Cilodan yang memang ada diagnosa dokter bahwa positif DBD. Sementara, adanya warga yang beberapa hari lalu meninggal dunia itu diagnosanya henti jantung. “Setelah kita lihat lingkungan jentiknya banyak. Banyak genangan air,” kata Lita, kemarin.

Dikatakan, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dinilai paling efektif mencegah penyebaran DBD. Namun, setelah ada yang dinyatakan positif DBD Lingkungan Cilodan di-fogging. “Fogging itu juga harus diikuti dengan PSN secara rutin, kalau fogging saja tetapi perilaku masyarakat tidak berubah akan percuma,” katanya seraya menambahkan, pada 2019 lalu, ada 578 kasus DBD di Kota Cilegon. Satu orang mengalami kematian. Semantara, pada 2020 ini hingga pekan kedua Januari sudah ada 22 kasus, yang tersebar di beberapa kecamatan.

Warga Cilodan, Cucun Maulidin mengatakan, anaknya bernama Lola Amalia (10) pada 18 November 2019 dirawat di Rumah Sakit (RS) Kurnia Cilegon. Dokter menyatakan anaknya menderita DBD ringan. Tidak lama berselang, keponakannya yang bernama Erika (12) juga mengalami DBD dan diderita di RS Kurnia Cilegon. “Itu dokter yang menyatakan, kita kan tahu juga dari dokter. Kami sangat menyesalkan adanya bantahan dari Dinkes Cilegon yang menyatakan tidak ada DBD di Cilodan,” kata Cucun ditemui usai melakukan kerja bhakti di Cilodan, kemarin pagi.

Cucun menjelaskan, selain anak dan keponakannya. Belasan warga Cilodan yang lain juga sempat sakut dengan gejala demam tinggi disertai bintik merah pada kulitnya. Namun, beberapa warga hanya berobat ke Puskesmas saja. “Karena sebagian warga keterbatasan biaya pengobatan berobatnya paling ke Puskesmas Ciwandan atau Anyer saja yang dekat. Gejalanya sama kaya anak saya, mungkin juga DBD juga,” ujarnya.

Ketua RT18/05 Kelurahan Gunungsugih, Saifullah mengatakan, memang belasan orang yang menderita panas dan bintik merah tidak berobat ke Rumah Sakit. Namun, ada satu warga yang berobat ke Rumah Sakit Kurnia Cilegon dan saat ini masih dirawat yaitu Dwika Oktaviani. “Itu ada surat dari dokternya, sudah saya serahin ke petugas dari Dinkes,” kata Saiful.(gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook