DLH Datangkan Mesin dari Aceh

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:12:26 WIB   |  dibaca: 184 kali
DLH Datangkan Mesin dari Aceh

TINJAU TPSA: Walikota Serang Syafrudin meninjau lokasi tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cilowong di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (17/1). Peninjuan dilakukan sebagai upaya koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi musibah saat musim penghujan.

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mendatangkan mesin pengolahan sampah dari Aceh, untuk menyelesaikan persoalan sampah di Ibukota Provinsi Banten ini. Walikota Serang Syafrudin menyempatkan meninjau langsung produk yang berasal dari ‘Kota Serambi Mekkah’ Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (17/1).

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, mesin tersebut dapat mengubah sampah menjadi gas cair, bensin-solar (bensol), bahkan air mineral untuk keperluan konsumsi.“Saya hadir di Cilowong untuk melihat mesin karbon.

Mesin ini mesin baru yang datang dari Aceh dan dapat memproduksi asap cair, karbon, bahan bakar seperti bensol. Kemudian juga dapat mengolah air lindi untuk menjadi air bersih bahkan untuk diminum,” ungkap Syafrudin didampingi Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto dan sejumlah pejabat Pemkot Serang, setelah melakukan kunjungan ke TPAS Cilowong.

Ia menuturkan, mesin berteknologi canggih itu merupakan jawaban atas permasalahan sampah yang ada di Kota Serang. Oleh karena itu, ia sangat menyambut baik adanya mesin pengolah sampah tersebut. “Ini teknologi yang luar biasa. Hasil karya dari anak negeri. Nanti ini dapat menjadi jawaban atas persoalan sampah di Kota Serang,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Serang Ipiyanto menerangkan, mesin pengolah sampah tersebut merupakan yang pertama kalinya ada di Indonesia, dan Kota Serang menjadi kota yang pertama kali mencoba mesin tersebut.“Jadi ini masih uji coba, jadi belum ada harganya. Kalau pun nanti jadi, kami akan lakukan kerjasama bentuknya. Jadi sekarang masih uji coba dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan. Baru kami akan lakukan kerjasama,” kata Ipiyanto.

Ia menyebutkan, mesin tersebut dapat menghasilkan satu ton karbon untuk setiap 5 ton pengolahan sampah. Selain itu juga dapat menghasilkan beberapa liter minyak.“Nah saya secara pribadi melihat potensi tersebut, langsung meminta kepada doktor Isni selaku pembuat mesin, agar dapat menyediakan tiga mesin pengolah sampah untuk uji coba di Kota Serang,” sebut dia.

Kehadiran mesin karbon itu, sambung Ipiyanto, sangat membantu pihaknya dalam mengolah beragam jenis sampah. Karena dengan adanya mesin pengolah sampah ini, visi dari Walikota dan Wakil Walikota Serang dapat dengan mudah terwujud. “Target yang akan diselesaikan oleh walikota dan wakil walikota adalah kebersihan. Oleh karena itu, mesin ini sangat sesuai dengan visi dari mereka,” katanya.

Ia menyatakan, apabila mesin tersebut terbukti efektif untuk menangani permasalahan sampah, maka pihaknya akan menaruh beberapa mesin lagi di beberapa kelurahan. Sehingga, sampah dapat langsung diolah di setiap kelurahan.

“Sekarang kita memiliki 6 kecamatan. Maka kira-kira kami akan menambah 30 hingga 36 unit mesin lagi jika memang efektif. Penempatannya ini akan kami sesuaikan dengan jumlah volume sampah. Misalkan Kecamatan Serang dengan Kecamatan Cipocok Jaya itu kan volume sampahnya tidak sama,” ujarnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook