Pengentasan Kemiskinan Jadi Program Prioritas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Januari 2020 - 13:10:49 WIB   |  dibaca: 49 kali
Pengentasan Kemiskinan Jadi Program Prioritas

MUSRENBANG: Walikota Serang Syafrudin sambutan saat Musrenbang Kecamatan di Kecamatan Serang, Rabu (22/1).

Persoalan kekumuhan dan kemiskinan masih diprioritaskan dalam pembangunan di Kecamatan Serang, Kota Serang, untuk tahun yang akan datang. Karena persoalan di Ibukota Serang ini cukup kompleks. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan melakukan penataan dan membenahi sejumlah persoalan yang terdapat di Kecamatan Serang. Mulai dari drainase, kemacetan di daerah Trondol, hingga soal persampahan.

Hal ini diungkapkan Walikota Serang Syafrudin setelah membuka kegiatan Musrenbang Kecamatan penyusunan RKPD tahun 2021, di Hotel Wisata Baru (Wisbar), Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (22/1).

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, persoalan di Kecamatan Serang cukup kompleks, mulai dari kekumuhan, kemudian drainase, penataan pedagang kreatif lapangan (PKL), persampahan hingga infrastruktur jalan. Namun yang jadi prioritaskan adalah permasalahan drainase dan persampahan.

"Namun yang lebih diutamakan adalah kekumuhan dan kemiskinan, juga masalah kesehatan dan persoalan lain, seperti adanya gizi buruk, dan kawasan kumuh. Nanti usulan dari kecamatan hasil Musrenbang akan sampai ke tingkat kota. Agar kami kami tau apa yang menjadi keinginan masyarakat,” kata Syafrudin kepada awak pers.

Menurut dia, permasalahan di Kecamatan Serang cukup banyak dan krusial, karena kecamatan tersebut berada di tengah kota, dan juga ibukota. Kemudian ada beberapa wilayah yang memang sulit untuk dibenahi, seperti penataan PKL, soal sampah, dan kemacetan."Masalah gizi buruk juga cukup sulit. Jadi nanti kami akan bahas ke tingkat kota, agar dilakukan bersama-sama,” ucap dia.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan melalui kelurahan. Berdasarkan data yang diterimanya, satu kelurahan terdapat enam Rukun Tetangga (RT)."Sudah kami terima, sudah kami sosialisasika juga. Jadi intinya lomba ini bukan tujuan, tapi alat untuk mencapai tujuan. Jadi untuk memotivasi masyarakat agar menjaga lingkungannya melalui perlombaan Kampung Resik ini,” ujar Nanang.

Ia berharap kegiatan itu dapat mengubah wajah Kota Serang menjadi lebih indah dan lebih baik lagi."Dengan adanya program kampung resik ini dapat mengubah wajah Kota Serang yang tadinya terlihat kumuh menjadi bersih. Kelurahan bagus, kecamatan bagus, dan wajah kota pun akan bagus," tuturnya.

Camat Serang Tb Yassin mengungkapkan, saat ini kekumuhan di Kecamatan Serang baru tertangani sekitar 20 persen. Tahun ini juga persoalan tersebut akan diselesaikan, sebab sudah menjadi program prioritas dan sudah diinstruksikan langsung oleh walikota."Memang tadi dikatakan walikota kekumuhan di Kecamatan Serang baru 20 persen.

Di antaranya, Cimuncang, Kagungan, Lopang dan Cipare yang memang merupakan wilayah padat penduduk. Tentu ini pun akan kami lakukan bersama para lurah serta anggota PKK untuk membantu agar tiap kelurahan di Kecamatan Serang tidak lagi kumuh," ungkap Yassin. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook