Rasio Jumlah Pengawas Sekolah Tak Sebanding

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Januari 2020 - 13:13:37 WIB   |  dibaca: 143 kali
Rasio Jumlah Pengawas Sekolah Tak Sebanding

AUDIENSI: Suasana audiensi antara Dewan Pendidikan Provinsi Banten dengan Ketua DPRD Banten Andra Soni, di gedung DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (22/1).

SERANG, BANTEN RAYA- Dewan Pendidikan Provinsi Banten menyoroti masih belum idealnya rasio jumlah pengawas dengan sekolah yang diawasi. Hal itu terjadi karena saat ini Banten masih mengalami kekurangan tenaga pengawasi dibanding jumlah sekolah yang ada.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi antara Dewan Pendidikan Provinsi Banten dengan Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, di gedung DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (22/1).

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Banten Dadang Setiawan mengatakan, salah satu isu strategis di Banten adalah soal pendidikan. Banyak hal yang menjadi perhatiannya terkait pendidikan, salah satunya terkait soal pengawas sekolah.“Kita menyisir hal yang bersifat teknis, yang bisa berikan rekomendasi untuk perbaikan, untuk peningkatkan mutu. Banyak yang mesti diperhatikan, dari sarana prasarana, tenaga pendidik, pengelolaan SDM dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang terjadi saat ini jumlah pengawas masih cukup minim jika dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada di Banten. Diakuinya, dirinya belum memiliki data pasti terkait rasio jumlah pengawas dengan sekolah.

Akan tetapi, saat masih aktif sebagai pengawas sekolah belum lama ini, perbandingannya bisa mencapai 1 berbanding 15.“Waktu itu saya 1 banding 15, saya pernah mengawasi lebih dari 20 sekolah. Kalau kurang itu yang pasti lebih sedikit pengawas dibanding sekolah. Pengawas sekolah itu untuk jenjang dari SD sampai SMA,” katanya.

Dia berharap DPRD Banten bisa menindaklanjutinya untuk dikomunikasikan dengan pihak eksekutif. Sebab, pengawas sekolah memiliki peranan sebagai pembina dan penilaian.“Intinya pengawas sekolah fungsinya pembinaan dan penilaian terhadap pendidik. Dampaknya (jika rasio dengan jumlah sekolah tak ideal) itu dari sisi pengelolaan saja sebenarnya,” ungkapnya.

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni mengatakan, pertemuan kali ini adalah untuk menguatkan komunikasi antara pihaknya dengan Dewan Pendidikan Provinsi Banten. Ia mengaku selama ini DPRD belum pernah menerima rekomendasi apapun, baik yang ditujuan secara langsung maupun yang hanya bersifat tembusan.“Oleh karena itu kami mengimbau, rekomendasi yang diberikan pemerintah ditembuskan juga kepada DPRD supaya kami bisa menindaklanjutinya,” tuturnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook